Poptren.suara.com - Sebuah video beredar di jagad maya usai pengamat Politik Rocky Gerung keluar dari Mabes Polri.
Hari itu Rocky Gerung dan Pakar Hukum Haris Azhar beru saja keluar diiringi oleh beberapa pengawal.
Tak disangka, seorang perempuan berambut sebahu dan memakai kaos putih bertuliskan 'Gerakan Nasional Tangkap Rocky Gerung'.
Awalnya perempuan itu menanyakan kabar Rocky Gerung dengan sopan, lama kelamaan mencecar berbagai pertanyaan kepada filusuf itu.
Sontak Rocky kaget dengan perempuan cantik itu, hingga membuatnya bungkam dan memilih menghindari keributan.
"Halo apa kabar gimana pertanggung jawabannya," kata sang perempuan sembari menyalami Rocky.
"Terus sebagai warga negara?," melansir Tayangan Youtube TVOne, Jumat (8/9/2023).
Bukan cuma mencecar, perempuan ini malah mendorong Rocky Gerung, tak banyak bicara Rocky gerung ogah menanggapi.
Haris Azhar yang kesal dengan perilaku perempuan itu kemudian mengingatkan agar berhenti melakukan penyerangan fisik pada Rocky Gerung.
Baca Juga: Relawan Laporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Menyoal Hina dan Rendahkan Jokowi
Perempuan itu terus saja mengoceh dengan ribuan kritik untuk Rocky Gerung.
Menghindari hal-hal yang tak diinginkan, rombongan Rocky Gerung akhirnya masuk ke dalam ruangan lagi dibantu pengamanan polisi.
Banyak yang bertanya soal sosok perempuan yang membentak Rocky Gerung tersebut.
Belakangan diketahui, wanita berambut pendek itu merupakan anggota dari Gerakan Nasional Tangkap Rocky Gerung.
Adapun nama Noviana Kurniati menjadi sorotan usai viral melabrak Rocky Gerung sesaat seusai diperiksa Mabes Polri.
Belakangan diketahui, Noviana Kurniati perempuan yang labrak Rocky Gerung itu merupakan perempuan asal Jakarta.
Ia juga diketahui ternyata kader dari PDI Perjuangan.
Hal itu tampak dari beberapa unggahan Facebook pribadinya.
Selain itu, kini ia sedang mencalonkan diri sebagai Bacaleg DPRD Kab Cianjur Dapil 3 Pacet, Cipanas, Sukaresmi, Cikalong Kulon.
Di media sosialnya tersebut, Noviana juga kerap menggunggah video yang menarasikan untuk menangkap Rocky Gerung.
Novia ternyata lulusan Ilmu Komunikasi dari Institut Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Jakarta angkatan tahun 2013.
Saat ini, Novi tergabung dalam organisasi Solidaritas Merah Putih (SOLMET) sebagai Wasekjen.
Beberapa waktu yang lalu, ia bahkan menggelar aksi bela negara untuk menangkap dan mengadili Rocky Gerung karena dugaan penghinaan kepada Jokowi.
Diketahui Akademisi Rocky Gerung rampung menjalani klarifikasi di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2023) sore.
Rocky diperiksa kurang lebih enam jam terkait dugaan penyebaran hoaks dan fitnah.
Saat keluar dari ruang pemeriksaan, wajah Rocky tampak kelelahan.
Ia mengaku klarifikasi hari ini dicecar sebanyak 40 pertanyaan.
"40 pertanyaan, ya seputar kasus itu," kata dia, kepada wartawan, Rabu (6/9/2023) lalu.
Kendati demikian, proses klarifikasi belum selesai sepenuhnya.
Rocky mengungkap akan kembali hadir ke Bareskrim, Rabu (13/9/2023) pekan depan.
"Rabu depan dilanjutkan karena 40 kayanya masih kurang," ucapnya.
"(Saya bakal) hadir, karena mesti saya jawab," sambung dia.
Di sisi lain, Haris Azhar yang mendampingi Rocky mengatakan pertanyaan yang diberikan terkait kapasitas dan alasan di balik argumentasi Rocky.
"Tadi pertanyaannya masih di seputar soal kapasitas dan juga alasan-alasan di balik argumentasi yang belum ke soal ba****an, t***l, itu belum," ucap Haris.
"Masih menuju ke sana, tetapi tadi sebelum ke sana pun, pak Rocky sudah menjelaskan banyak hal tulang belulang, argumentasi yang akan nanti sampai ke soal ba****an, t***l," lanjut dia.
Diperiksa Bareskrim, Rocky Gerung sebut kasus ini semacam tunggangan orang yang ingin menjilat kekuasaan dan banyak lawyer cari panggung.
Hal itu disampaikannya usai diperiksa sebagaimana mengutip YouTube Rocky Gerung Official, Kamis (7/9/2023).
Menurutnya, hal yang diucapkan selama ini semuanya hanya kritik standar, namun bagi relawan atau pendukung fanatik Jokowi hal itu dianggap sebagai pemecah belah bangsa.
"Di mana pemecah belah bangsanya, justru mereka yang memecah belah bangsa karena mengeksploitasi hal yang tidak pernah dipedulikan oleh presiden," ucap Rocky.
"Jadi terlihat, kasus ini tetap jadi semacam tunggangan orang yang ingin menjilat kekuasaan," tambahnya.
Pengamat politik yang juga Setara Institute itu menyampaikan, banyak lawyer atau individu yang mencari kesempatan di kasus ini.
"Banyak lawyer atau individu yang mau pansos, numpang di kasus ini," kata Rocky.
Hal itu juga menurutnya bakal merepotkan para hakim yang menganggap kasus ini memang tidak penting dibawa ke ranah hukum.
"Bagaimana pengadilan memutuskan sesuatu yang bertentangan dengan perintah konstitusi, kan ngacok tuh," ucap Rocky.
"Jadi banyak juga lawyer yang nyari panggung juga tuh. Dan itu memalukan profesi advokat," pungkasnya.