Ritel farmasi, PT Kimia Farma Apotek (KFA) meraih penghargaan sebagai top seller teratas untuk kategori kebutuhan sehari-hari (groaceries) di ajang Top Seller Fest 2023 yang diikuti oleh lebih dari 35.000 seller Tokopedia.
Penilaian ini berdasarkan berbagai kriteria, salah satunya pertumbuhan pendapatan dan pemesanan di Tokopedia selama periode 1 Juni sampai 31 Agustus 2023.
Pencapaian ini, kata Direktur Operasional KFA Muhardiman, menjadi bukti kerja keras dan kerja sama tim yang fokus dalam melakukan transformasi digital, salah satunya penetrasi pasar melalui marketplace tersebut. Hal ini berarti produk-produk KFA sangat kompetitif dan diminati pelanggan.
"Penghargaan ini adalah sejarah bagi kami, bukti kerja keras semua tim yang tidak pernah lelah untuk melakukan penetrasi marketing melalui marketplace," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/9/2023).
Transformasi tersebut, sambung dia, juga menunjukkan KFA berada di jalur yang tepat, di antaranya peningkatan penjualan yang signifikan selama Februari-Agustus 2023 (secara bulanan) serta menurunkan persentase kegagalan transaksi dari 40% hingga 3%.
Lebih lanjut, KFA menargetkan kontribusi penjualan ke depan melalui platform online atau marketplace dapat terus meningkat hingga 50%, selain tetap mempertahankan offline store sebagai garda terdepan dalam pelayanan pelanggan.
Muhardiman menambahkan, Kimia Farma Apotek siap meningkatkan kuantitas dan kualitas produk serta pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pilihan produk, sehingga pelanggan dapat memenuhi kebutuhan kesehatannya. Demikian juga kualitas pelayanan terus diperbaiki untuk memuaskan pengalaman berbelanja pada konsumen," imbuhnya.
Pasar farmasi dan kesehatan di Tanah Air dinilai sangat kompetitif serta pertumbuhan populasi dan peningkatan prevalensi penyakit kronis juga berkontribusi pada pertumbuhan pasar.
Baca Juga: Kaesang Pangarep: Saya Baru Terima KTA PSI Langsung Dihina, Tapi Saya Biasa Saja
Untuk menangkap peluang besar tersebut, KFA melakukan berbagai upaya, seperti transformasi digital di seluruh value chain, seperti jaringan layanan apotek, klinik, laboratorium, hingga integrasi dengan ekosistem lain, seperti asuransi, BPJS, perbankan, distributor, logistik, dan sebagainya.
Selain itu, Kimia Farma Apotek juga gencar penetrasi melalui penjualan online, yaitu melalui berbagai kanal online baik yang dimiliki sendiri, yaitu Kimia Farma Mobile atau berkolaborasi dengan pihak lain seperti Tokopedia, KlikDokter, Livin Mandiri, dan mitra strategis lainnya.
Menurut Muhardiman, upaya keras melalui marketplace bukan berarti meninggalkan offline platform. Hal ini karena KFA terus melakukan transformasi termasuk mengubah jaringan outlet menjadi lebih menarik, modern, dan higienis sehingga menjadi perusahaan integrated healthcare ecosystem.
Untuk memperkuat posisinya sebagai pusat healthcare di tanah air, KFA juga terus melakukan ekspansi sehingga saat ini memiliki total 1.247 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Dalam proses digitalisasi ini, KFA memiliki footprint fisik yang sangat kuat. Dengan 1.800 jaringan outlet secara offline di seluruh Indonesia yang meliputi apotek, klinik, hingga vending machines, Kami sangat percaya diri untuk mengembangkan layanan online. Inilah kekuatan strategi omnichannel kami," tutupnya.