Dukung Industri UMKM Tekstil, Para Mahasiswa Ini Ciptakan Mesin Eco-Pounding

Iman Firmansyah

Selasa, 04 Juli 2023 | 13:51 WIB
Dukung Industri UMKM Tekstil,  Para Mahasiswa Ini Ciptakan Mesin Eco-Pounding
Mahasiswa Sampoerna University Ciptakan Mesin Eco-Pounding. (Dok: Sampoerna University)

Suara.com - Eco-pounding adalah salah satu teknik mencetak motif atau pola pada kain dari bahan-bahan alami, seperti daun dan bunga. Daun dan bunga yang dipukul dengan palu bersamaan dengan kain akan mengeluarkan pigmen yang kemudian tercetak di atas kain.

Jenis, bentuk, warna dari daun dan bunga yang dipukul akan memberikan motif yang unik serta cantik pada sebuah kain yang kemudian dapat dijadikan produk baju, celana, kerudung, selendang, dan lain-lain.

Untuk membantu meningkatkan volume produksi para pengrajin di UMKM Lenteng Agung Sejahtera (Lentera), Jakarta Selatan, Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Sampoerna University ditantang menciptakan mesin eco-pounding. Mesin ini nantinya dapat membantu proses pencetakan daun dan bunga pada kain dengan lebih efektif dan efisien.

Ketua Program Studi Teknik Mesin Universitas Sampoerna, Dr. Farid Triawan, menjelaskan bahwa pembuatan mesin eco-pounding merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menerapkan Tri-Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam pengembangan dan pemberdayaan UMKM di Indonesia.

"Dalam proses eco-pounding, pekerjaan memukul palu pada kain sangatlah melelahkan dan memakan banyak waktu. Tantangan yang dihadapi oleh UMKM Lentera ini memberikan peluang bagi kami untuk menciptakan solusi inovatif yang dapat meringankan beban kerja mereka. Dosen-dosen dan mahasiswa kami pun berkolaborasi untuk menghasilkan mesin yang dapat mempercepat dan mempermudah pekerjaan para pengrajin, sehingga jumlah produksi dapat ditingkatkan," ujarnya.

Berbekal dari pengetahuan selama perkuliahan di kelas, para mahasiswa diberi tugas untuk merancang dan membuat mesin purwarupa yang dapat membantu proses eco-pounding. Proses dimulai dari mencari ide-ide mekanisme dan bentuk mesin, melakukan analisis struktur mesin, mendesain fungsi mekatronik dan otomasi, sampai dengan membuat dan merakit mesin.

Selama kurang lebih 4 bulan, akhirnya para mahasiswa berhasil menciptakan enam jenis mesin dengan desain dan mekanisme yang berbeda. Mesin-mesin ini kemudian dipamerkan kepada para dosen, mahasiswa dan perwakilan UMKM Lentera.

“Setiap mahasiswa harus dilatih agar mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama di perguruan tinggi dalam membantu kehidupan masyarakat. Hal ini merupakan juga salah satu tujuan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan pemerintah,” ujar Farid dalam sesi pembukaan acara pameran.

Fatima Tasya, salah satu mahasiswi perwakilan dari pemenang mengungkapkan pengalamannya selama membuat mesin eco-pounding. “Tugas merancang dan membuat mesin eco-pounding ini merupakan salah satu tugas kuliah yang paling sulit, menegangkan, sekaligus terseru selama saya kuliah di Sampoerna University,” ujarnya.

baca juga

Mahasiswa lainnya, yaitu Ramses yang berasal dari Provinsi Papua juga turut berujar, tugas membuat mesin ini memberikan tantangan nyata bagi saya untuk mengaplikasikan beragam teori dari perkuliahan yang diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam pameran ini, dua buah mesin terpilih sebagai mesin dengan desain dan fungsi terbaik. Penilaian diberikan oleh perwakilan UMKM Lentera beserta dosen-dosen yang hadir pada hari itu. “Saya melihat alat-alat ini berpotensi besar untuk dimanfaatkan para pengrajin eco-pounding di tempat kami. Selanjutnya, alat-alat ini perlu sedikit dimodifikasi mengikuti ukuran yang diperlukan oleh pengrajin,” tutup Sarmili selaku Pembina UMKM Lentera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Banjarnegara Usia 24 Tahun ke Atas Masih Bisa Sekolah, Pemkab Bantu Rp 1,5 Miliar

Warga Banjarnegara Usia 24 Tahun ke Atas Masih Bisa Sekolah, Pemkab Bantu Rp 1,5 Miliar

Purwokerto | Selasa, 04 Juli 2023 | 09:25 WIB

Mengejutkan! Ratusan SD di Ponorogo Gagal Penuhi Pagu Siswa Baru, Apa yang Terjadi?

Mengejutkan! Ratusan SD di Ponorogo Gagal Penuhi Pagu Siswa Baru, Apa yang Terjadi?

Ponorogo | Selasa, 04 Juli 2023 | 08:00 WIB

Ramai Soal Mahasiswa UGM Diusir dari Lokasi KKN karena Dugaan Mesum, Kampus: Tidak Benar!

Ramai Soal Mahasiswa UGM Diusir dari Lokasi KKN karena Dugaan Mesum, Kampus: Tidak Benar!

Jogja | Selasa, 04 Juli 2023 | 07:56 WIB

CEK FAKTA: Rocky Gerung Jadi Bekingan Mahasiswa untuk Lengserkan Presiden Jokowi

CEK FAKTA: Rocky Gerung Jadi Bekingan Mahasiswa untuk Lengserkan Presiden Jokowi

Liberte | Selasa, 04 Juli 2023 | 07:40 WIB

Geger! Mahasiswa KKN UGM Diduga Mesum Saat KKN

Geger! Mahasiswa KKN UGM Diduga Mesum Saat KKN

Ntb | Senin, 03 Juli 2023 | 15:40 WIB

Duh! Mahasiswa UGM Diduga Kepergok Mesum di Tempat KKN, Kampus Lakukan Investigasi

Duh! Mahasiswa UGM Diduga Kepergok Mesum di Tempat KKN, Kampus Lakukan Investigasi

Metro | Senin, 03 Juli 2023 | 15:07 WIB

Terkini

Percepat Penyaluran Pembiayaan Koperasi, LPDB Siapkan Innovative Credit Scoring

Percepat Penyaluran Pembiayaan Koperasi, LPDB Siapkan Innovative Credit Scoring

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Eks CEO Smart Axiata Masuk Komisaris XLSMART, Bawa Pengalaman Transformasi Jaringan

Eks CEO Smart Axiata Masuk Komisaris XLSMART, Bawa Pengalaman Transformasi Jaringan

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda

Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:15 WIB

KNPRI Kumpulkan 80 Tanda Tangan, Desak DPR Proses Pemakzulan Gibran

KNPRI Kumpulkan 80 Tanda Tangan, Desak DPR Proses Pemakzulan Gibran

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Tak Hanya Kawal Bansos, Agen Perlinsos Banyumas Bantu Anak dari Keluarga Miskin Akses Pendidikan

Tak Hanya Kawal Bansos, Agen Perlinsos Banyumas Bantu Anak dari Keluarga Miskin Akses Pendidikan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:14 WIB

Bawaslu Sulsel 4.192 Kali Cegah Pelanggaran Pemilu

Bawaslu Sulsel 4.192 Kali Cegah Pelanggaran Pemilu

Sulsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13 WIB

Karhutla Tanjung Puting Jadi Perhatian Khusus, Prabowo Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar

Karhutla Tanjung Puting Jadi Perhatian Khusus, Prabowo Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:08 WIB

Ally, Film Animasi Perdana Sutradara Bong Joon Ho, Bersiap Tayang Juli 2027

Ally, Film Animasi Perdana Sutradara Bong Joon Ho, Bersiap Tayang Juli 2027

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Bukan Lagi Anomali, Pakar UGM Sebut Cuaca Ekstrem Jadi Kenormalan Baru

Bukan Lagi Anomali, Pakar UGM Sebut Cuaca Ekstrem Jadi Kenormalan Baru

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:00 WIB

24 Tahun Bom Bali, Kenangan dan Doa untuk 202 Korban

24 Tahun Bom Bali, Kenangan dan Doa untuk 202 Korban

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:00 WIB

×