SUKABUMI - Kejadian mengherankan menimpa seorang lelaki paruh baya asal Kecamatan Baros, Kota Sukabumi hingga bikin geleng-geleng kepala. Pasalnya si lelaki paruh baya tersebut secara tidak sengaja memasukan cincin ke kemaluannya.
Bahkan kejadin ini sudah berlangsung hingga beberapa hari. Hingga kemudian si lelaki tersebut terpaksa mendatangi rumah sakit untuk mencabut cincin yang melingkar di kemaluannya.
Namun, pihak rumah sakit tidak sanggup mengatasi hal tersebut. Hingga akhirnya keluarga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran untuk mencabut.
Adalah Adera Rizky (26), petugas Damkar yang mendapat tugas tak biasa melepaskan cincin dari kemaluan lelaki paruh baya tersebut. Kejadian ini terjadi pada Minggu (14/8/2022).
Adera sempat mengaku kaget saat mendapatkan tugas tersebut. Pasalnya hal ini menjadi pengalaman pertama baginya.
"Korban sudah dibawa ke RS (rumah sakit), tapi tidak ada yang sanggup, malah direkomendasikan ke (RS) di Bandung untuk melepaskan itu. (Keluarga) akhirnya inisiatif telepon ke Damkar," katanya, Selasa (16/8/2022).
Selepas menerima laporan itu, Adera bersama tiga petugas Damkar lain langsung meluncur ke rumah korban di Baros. Kendala mulai dialami para petugas ketika korban sulit diajak berkomunikasi karena tuna rungu. Kepada petugas, korban mengaku tak sengaja memasukkan cincin itu ke kemaluannya.
"Kata dia tidak sengaja dimasukkan. Baru bilang beberapa hari kemudian ke keluarganya, itu (Mr P) sakit. (Korban) belum menikah, umur 55 tahun," ujarnya.
"Mungkin takut kena potong. Padahal kita safety, pakai sarung tangan, pakai penghalang," imbuh Adera melansir dari sukabumiupdate.com.
Adera menyebut proses pelepasan cincin berlangsung kurang dari 30 menit tak hanya itu kesulitan lain adalah korban tak bisa diam. Dalam evakuasi ini, Adera mengatakan dia dan petugas Damkar lain menggunakan gerinda mini dan alat penahan yang sering digunakan untuk kasus melepaskan cincin dari jari tangan. Alat penahan digunakan supaya tak melukai kulit.
"Kalau di jari itu dimasukkan alat penahannya biar tidak kena kulit. Dipotong pakai gerinda mini, yang biasa dipakai khusus membuka cincin. Kita halangi pakai kain, takutnya ada cairan yang keluar. Kita halangi dulu jadi area cincinnya saja yang kita buka," kata Adera.
Adera sebenarnya dalam dua tahun terakhir sudah biasa menangani kasus melepaskan cincin. Namun, sebanyak 20-an kasus yang dia tangani, semuanya hanya melepaskan cicin dari jari tangan. Berbeda dengan tugas teranyarnya ini yang harus melepaskan cincin berukuran sebesar tutup botol minuman dari Mr P.
"Yang satu (petugas) pegang senter, satu mengeluarkan air supaya goresannya tidak panas. Soalnya gerinda mini kalau kena titanium panas. Kalau lama gesekan panas, jadi pakai air. Yang satu merekam. Kita juga izin dulu boleh tidak dokumentasi, dengan syarat disamarkan dan disensor," kata Adera. ***