Ajang lomba Cycling de Jabar merupakan respon Pemda Provinsi Jabar dalam memulihkan ekonomi, sekaligus mewadahi antusias warga yang gemar berolahraga sambil menikmati pemandangan alam terbuka atau sport tourism.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan ajang balap sepeda ini sebagai bagian dari pemulihan kondisi ekonomi pasca Pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemda Provinsi Jabar.
"Kami mendapati fenomena, bahwa ekonomi pariwisata outdoor meningkat pesat, tren bersepeda, hiking, jogging dan lainnya. Oleh karena itu kita menginisiasi sebuah tradisi yaitu Cycling de Jabar," kata Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil melanjutkan, ini bagian dari pemulihan ekonomi jabar, karena investasi datang nomor satu, weekend warga Jabar keluar semua untuk belanja atau berwisata, jadi ini luar biasa,," ucapnya.
Dalam kegiatan ini terbagi ke dalam dua kelompok, yakni kelompok profesional dan komunitas. Diharapkan kepada kelompok komunitas yang mengikuti ajang Cycling de Jabar bisa mengguncang komunitas pesepeda se-Indonesia.
Salah satu peserta asal Bandung, Tata mengatakan, pemandangan atau view yang disuguhkan sepanjang perjalanan ini menurutnya "oke banget", dan ia berharap ajang Cycling de Jabar bisa rutin digelar.
"Kesan-kesannya luar biasa, jadi yang pertama selain dari view-nya oke banget, terus dari sisi jalanan juga bersih, terus tanjakannya juga wow," ujarnya.
Dalam ajang tersebut, peserta menempuh jarak sejauh 367,5 kilometer dan melewati beberapa wilayah di Jabar bagian selatan seperti Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran.(*)
Baca Juga: Sejumlah Tokoh Maju di Pilgub Jawa Barat 2024, Ada Nama Mantan Narapidana Korupsi