Kembangkan Ekonomi Kreatif, Ini Siasat Pemerintah Jawa Barat

Tantrum

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 14:07 WIB
Kembangkan Ekonomi Kreatif, Ini Siasat Pemerintah Jawa Barat
Ilustrasi ekonomi kreatif. (Pexels from Pixabay)

TANTRUM - Berbagai siasat pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) tengah disusun oleh Pemerintah Jawa Barat.

Mulai dari pemulihan ekonomi kreatif dalam masa transisi pandemi ke endemi hingga menjadwalkan tahapan pengembangan ekonomi kreatif hingga tahun 2025.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja bilang, dalam strategi pemulihan ekraf perlu adanya pengembangan digitalisasi, pembentukan ekosistem pariwisata dan ekraf, serta inovasi.

"Ekraf ini perlu dikembangkan karena termasuk salah satu ekonomi masa depan selain ekonomi hijau dan ekonomi digital," ujar Setiawan Webinar Nasional dengan tema Penguatan Ekosistem Kota dan Kabupaten Kreatif yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar, kemarin (Kamis, 25/8/2022). 

Setiawan telah menargetkan linimasa fokus pengembangan ekraf Jawa Barat terhitung 2021 hingga 2025.

Pada tahun 2021-2022 berfokus meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaku ekraf Jawa Barat, periode 2022-2023membangun ekosistem industri kreatif yang berdaya saing melalui pemanfaatan teknologi, dan pada 2023-2025 mengembangkan kelembagaan ekraf yang sinergis dan kolaboratif.

Otoritasnya diklaim turut melakukan pengukuran Indeks Kreatif Kota dan Kabupaten (IKK) sebagai acuan perkembangan ekraf Jabar yang mengacu pada sepuluh indikator. 

Adapun lima kota yang berada di peringkat teratas IKK secara berturut-turut yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kota Tasikmalaya, dan Kota Cirebon.

Tak hanya itu, sejumlah kota kabupaten di Jawa Barat pun telah memiliki creative center atau CC yang dibangun oleh Pemda Provinsi Jabar seperti di Bogor, Subang, Cirebon dan Bekasi. 

baca juga

"Ekraf adalah tren masa depan," ucap Setiawan.

Selain itu, kata Setiawan, ekraf menjadi urgensi karena Indonesia sendiri menjadi negara nomor tiga dunia dalam perkembangan ekrafnya. Ekraf pun berkontribusi Rp1.100 triliun pada PDB tahun 2020.

itu merupakan alasan yang perlu menciptakan ekosistem kreatif ini terus tumbuh dan berkembang.

Ha serupa dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekraf RI Sandiaga Salahudin Uno, ekraf saat ini menjadi lokomotif perekonomian negara, bahkan ekraf ini dapat menjadi ekonomi ekstraktif. 

Pihaknya menargetkan pada 2022 ini ekraf dapat menyerap 1,1 juta lapangan pekerjaan baru, sedangkan pada 2024 sebanyak 4,4 juta lapangan pekerjaan baru.

"Pemerintah perlu memfasilitasi tentunya dengan 3G yaitu gerak cepat, gerak bersama, dan garap semua potensi lapangan kerja," kata Sandiaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral! Kuku Wanita Ini Malah Infeksi Setelah Melakukan French Manicure

Viral! Kuku Wanita Ini Malah Infeksi Setelah Melakukan French Manicure

Lifestyle | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 13:53 WIB

Tembus Rekor Muri, Pasanggiri dan Ibing Rampak Pencak Silat Diikuti Peserta Terbanyak

Tembus Rekor Muri, Pasanggiri dan Ibing Rampak Pencak Silat Diikuti Peserta Terbanyak

Tantrum | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 09:08 WIB

Atalia Nasihati Mahasiswa Baru, Jangan Sia-siakan Sekolah Tinggi

Atalia Nasihati Mahasiswa Baru, Jangan Sia-siakan Sekolah Tinggi

Tantrum | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 06:06 WIB

Penemuan Situs Batu Melingkar Bersejarah di Tasikmalaya

Penemuan Situs Batu Melingkar Bersejarah di Tasikmalaya

Foto | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Terkini

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 01:55 WIB

Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau

Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 01:28 WIB

Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak

Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 01:22 WIB

Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje

Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 01:11 WIB

Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi

Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 01:04 WIB

Belanda Angkat Koper, Virgil van Dijk Jadi Kambing Hitam Disebut Pemain Lemah

Belanda Angkat Koper, Virgil van Dijk Jadi Kambing Hitam Disebut Pemain Lemah

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 00:58 WIB

Der Panzer Tersingkir! Julian Nagelsmann Dituding Perusak Mental Pemain Jerman

Der Panzer Tersingkir! Julian Nagelsmann Dituding Perusak Mental Pemain Jerman

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 00:50 WIB

Dihentikan Brasil di Babak 32 Besar, Timnas Jepang Tetap Full Senyum Bawa Uang Rp69 M

Dihentikan Brasil di Babak 32 Besar, Timnas Jepang Tetap Full Senyum Bawa Uang Rp69 M

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 23:59 WIB

Menyaksikan Kemegahan Tembok Besar China di Tengah Teriknya Beijing

Menyaksikan Kemegahan Tembok Besar China di Tengah Teriknya Beijing

Riau | Selasa, 30 Juni 2026 | 23:23 WIB

Komunikasi Instan Tanpa Bergantung Internet, Ini Alasan Radio Profesional Masih Dibutuhkan

Komunikasi Instan Tanpa Bergantung Internet, Ini Alasan Radio Profesional Masih Dibutuhkan

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 23:11 WIB

×