PURWASUKA- Marissya Icha tak terima dirinya disebut panjat sosial alias pansos gara-gara membongkar curahan hati suami dari Lesti Kejora, Rizky Billar.
Menurut Marissya Icha, dirinya hanya berniat membantu dengan mendukung atau speak up terkait fakta satu diantaranya curahan hati Rizky Billar dikala suami Lesti Kejora tersebut mengaku sakit hingga terkena mental.
Selain itu, Marissya Icha mengaku tak sengaja bertemu wartawan di Polres Jakarta Selatan dan awak media pun meminta tanggapan terkait Rizky Billar. Sehingga secara spontan dirinya menunjukkan curahan hati Rizky Billar.
“Bukan karena saya yang tiba-tiba mau ikutan. Kalau tiba-tiba saya ikutan pasti ada sesuatu. Enggak semua saya mau ikutan sih, dan saya pilih-pilih juga mana yang saya mau bantu,” kata Marissya Icha dilansir PURWASUKA dari Instastory Instagram @marissyaichareal diunggah pada Rabu, 12 Oktober 2022.
“And sorry (dan maaf) semua saya bantu ikhlas, rata-rata tanpa argo, dan kadang juga (bantu) belakang layar saja. Kemarin media juga enggak sengaja ketemua di Polres Jakarta Selatan,” sambung dia.
Bahkan kata dia, tak sedikit banyak rekan artis yang meminta dirinya speak up dalam press conference di beberapa permasalahan yang muncul atau permasalahan yang tengah viral.
Namun, hal tersebut ditolak karena kembali lagi dirinya berniat ikhlas membantu teman artis atau siapapun yang meminta pertolongannya.
“Pernah juga ada yang mau presscon. Aku bilang, tapi aku enggak ikutan ya (buat) presscon. Aku enggak mau orang bilang kok tiba-tiba ada Icha lagi,” tegas Marissya Icha.
“Lalu di jawab. Please ikutan ya. Kan sebagai bentuk support. Please ikut ya mendampingi. (kata salah satu teman artis). Jadi serba salah kan,” sambung Marissya Icha.
Jadi kata Marissya Icha, jangan ada persepsi salah dari warganet yang mengira dirinya tak punya pekerjaan sehingga sibuk mengurusi permasalahan orang lain.
Faktanya justru dirinya saat ini tengah sibuk dengan pekerjaan dan segala macam urusan kehidupan pribadinya. Membantu dengan support atau speak up seperti yang dilakukannya saat ini terhadap masalah KDRT Lesti Kejora hanya sebagai bentuk saling membantu atau support terhadap sesama perempuan.
“Jangan seakan-akan kaya saya enggak punya pekerjaan. Sudah menumpuk banget pekerjaan sampai waktu makan saja sudah susah,” ujar dia.
“Saya juga maunya hidup mengurusi diri sendiri (sudah capai banget juga urus badan dan mental) karena pekerjaan-pekerjaan saya,” tambah dia. ***