Tolak UMK 2023 Naik 10 Persen, Pengusaha Ancam Hengkang Dari Karawang

Purwasuka

Sabtu, 03 Desember 2022 | 13:05 WIB
Tolak UMK 2023 Naik 10 Persen, Pengusaha Ancam Hengkang Dari Karawang
Ilustrasi pabrik. (SuaraSulsel.id/Istimewa)

PURWASUKA - Para pengusaha di Kabupaten Karawang mengaku keberatan dengan rekomendasi besaran kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang tahun 2023 sebesar 10 persen. Pasalnya hal tersebut membebani perusahaan di tengah kondisi perekonomian global diambang jurang resesi.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Karawang, Yuntadi Andhim. Dia mengatakan, para pengusaha pun mengancam memindahkan pabriknya ke luar kota akibat kenaikan UMK Karawang tahun 2023.

Menurutnya, opsi memindahkan pabrik ke luar Kabupaten Karawang sangat mungkin dilakukan. Mengingat, beban upah pekerja di Karawang menjadi yang tertinggi di Indonesia.

“Sangat memungkinkan, karena sekarang perusahaan dengan kondisi ekonomi resesi secara global, ini akan memberatkan industri. Kalau dia mau bertahan harus luar biasa, dan bisa saja pindah ke tempat lain yang UMK-nya lebih rendah,” ucapnya pada Jumat (2/12/2022).

Yuntadhi menilai, rekomendasi soal upah dari Bupati Karawang Cellica Nurracahdiana sangat tidak tepat. Padahal saat rapat dewan pengupahan kabupaten (Depekab), Apindo Karawang merujuk PP Nomor 36 Tahun 2021 tidak ada kenaikan UMK di tahun 2023.

“Kita gak tau kenapa Bupati tiba-tiba keluarkan rekomendasi di luar dari rekomendasi 3 unsur di dewan pengupahan. Ini yang sangat kita sayangkan,” katanya mengutip dari Tvberita.co.id.

Dia mendorong untuk membuka mata apa yang terjadi di dunia industri saat ini yang serba susah pasca dihantam badai pandemi Covid-19 lalu prediksi resesi global pada tahun 2023 mendatang.

“Efeknya akan luar biasa, dan perusahaan tentu juga kalau dihitung-hitung cost-nya tidak hanya bayar gaji pokok, tapi ada tunjangan, fasilitas. Nah ini kadang kala yang tidak dihitung ya,” ucap Yuntadhi.

Yuntadhi menambahkan, jika kenaikan UMK ini tak memperhitungkan kemampuan perusahaan, maka akan menimbulkan efek domino yang negatif terhadap serapan tenaga kerja.

baca juga

“Kalau pada pindah, apakah masyarakat sekitar bisa terserap yang kebanyakan di kita adalah otomotif? Tentu secara sistem akan lebih rumit dibanding dengan gunakan mesin, belum lagi kalau tenaga kerjanya sudah mahal. Nah ini kan jadi satu pertimbangan (hengkang0,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tolak Rekomendasi Kenaikan UMK 2023, Apindo Karawang Ungkap Alasannya

Tolak Rekomendasi Kenaikan UMK 2023, Apindo Karawang Ungkap Alasannya

Purwasuka | Sabtu, 03 Desember 2022 | 10:45 WIB

Tanggapi Video Sepasang Lansia Ngaku Imam Mahdi, Bupati Karawang Instruksikan Ini ke Petugas

Tanggapi Video Sepasang Lansia Ngaku Imam Mahdi, Bupati Karawang Instruksikan Ini ke Petugas

Purwasuka | Sabtu, 03 Desember 2022 | 10:30 WIB

Puan Maharani Dorong KADIN Perkuat UMKM Agar Usaha Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Puan Maharani Dorong KADIN Perkuat UMKM Agar Usaha Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

DPR | Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:59 WIB

Terkini

Api Melalap 10 Hektare Lahan di Dekat Tol Palindra, Manggala Agni Turun hingga Dini Hari

Api Melalap 10 Hektare Lahan di Dekat Tol Palindra, Manggala Agni Turun hingga Dini Hari

Sumsel | Kamis, 02 Juli 2026 | 23:30 WIB

PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau

PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau

Sumsel | Kamis, 02 Juli 2026 | 23:21 WIB

Mata Dunia Tertuju ke Iran, Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri Perwakilan 30 Negara

Mata Dunia Tertuju ke Iran, Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri Perwakilan 30 Negara

Video | Kamis, 02 Juli 2026 | 23:05 WIB

Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy

Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy

Entertainment | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:46 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kritik Pedas Toni Kroos: Skuad Jerman Kosong Kualitas, Tak Punya Pembeda di Piala Dunia

Kritik Pedas Toni Kroos: Skuad Jerman Kosong Kualitas, Tak Punya Pembeda di Piala Dunia

Bola | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang Bongkar Dugaan Potongan 51 Persen Dana Proyek

Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang Bongkar Dugaan Potongan 51 Persen Dana Proyek

Sumsel | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:27 WIB

Baru Keluar dari Warkop, Anggota DPRD Sekadau Tewas usai Bertabrakan dengan Truk Tangki

Baru Keluar dari Warkop, Anggota DPRD Sekadau Tewas usai Bertabrakan dengan Truk Tangki

Kalbar | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:11 WIB

Dugaan Aniaya Warga Rupat: Copot Ipda ES Belum Cukup, Anggota Lain Harus Ditahan

Dugaan Aniaya Warga Rupat: Copot Ipda ES Belum Cukup, Anggota Lain Harus Ditahan

Riau | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:10 WIB

×