Ketahuan Hendak Maling, Seorang Pria di Plered Purwakarta Tewas Dibogem Warga

Purwasuka

Kamis, 15 Juni 2023 | 14:29 WIB
Ketahuan Hendak Maling, Seorang Pria di Plered Purwakarta Tewas Dibogem Warga
Personel Polsek Plered saat mengevakuasi pelaku curanmor ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. (Dok Polsek Plered.)

PURWASUKA - Pelaku pencurian sepeda motor atau curanmor yang beraksi di Kampung Bojong Loa, Desa Gandasoli, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta tewas dihakimi massa setelah kepergok akan mencuri. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 14 Juni 2023 sekitar pukul, 02.30 WIB, kemarin. 

Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain melalui Kapolres Plered, Kompol Suparlan mengatakan, pelaku pencurian sepeda motor tersebut tewas dihakimi massa setelah kepergok melakukan aksi curanmor di Kampung Bojong Loa, Desa Gandasoli, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. 

“Pelaku curanmor yang tewas akibat amukan massa itu diketahui berinisial IS (26) warga Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta,” ujar Suparlan, pada Kamis 15 Juni 2023.

Dijelaskan Suparlan, sebelumnya petugas kepolisian menerima laporan, Pada Rabu tanggal 14 Juni 2023 sekira jam 04.00 WIB terkait adanya aksi pencurian yang digagalkan warga di Desa Gandasoli, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Usai menerima laporan, lanjut Kapolsek, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan setelah sampai ditempat kejadian ditemukan seorang pria dalam keadaan tergeletak di jalan aspal dengan kondisi tidak sadarkan diri. 

"Saat petugas tiba di lokasi kejadian ada seorang pria tak sadarkan diri tergeletak di pinggir jalan dengan sekujur badan luka-luka dan pada bagian muka mengalami luka lebam mengeluarkan darah. Diduga pelaku dihakimi massa saat kepergok melakukan pencurian kendaraan sepeda motor milik korban bernama Enjang (28)  warga Kampung Bojong Loa, Desa Gandasoli, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta," ucap Suparlan. 

Setelah pelaku curanmor tersebut diamankan, lanjut dia, lalu petugas kepolisian mengevakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk mendapatkan pertolongan medis. 

"Anggota kami langsung mengamankan pelaku dan membewanya ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk lakukan pemeriksaan medis terhadap luka-luka yang diakibatkan amukan masa," Jelas Suparlan. 

Setelah mendapatkan perawatan medis, lanjut Kapolsek, nyawa pelaku tidak bisa diselamatkan karena pendarahan di otak yang diakibatkan dihakimi oleh masa.

baca juga

"Waktu dibawa ke rumah sakit itu pelaku masih hidup dan sempat mendapatkan perawatan medismedis di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Karena pendarahan di otak akibat amukan massa akhinya pelaku tidak dapat tertolong dan meninggal dunia," ucap Suparlan. 

Dengan adanya kejadian tersebut, lanjut dia, pihak keluarga pelaku menyampaikan  berkeberatan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan autopsi terhadap yang diduga pelaku IS tersebut.

"Keluarga pelaku menolak dilakukan autopsi terhadap pelaku IS dan pihak keluarga tidak akan menuntut proses hukum atas terjadinya kejadian yang menimpa IS," pungkasnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Heboh Tyas Mirasih Digiring 2 Polisi dengan Tangan di Belakang, Begini Cerita Kejadiannya

Heboh Tyas Mirasih Digiring 2 Polisi dengan Tangan di Belakang, Begini Cerita Kejadiannya

Entertainment | Kamis, 15 Juni 2023 | 13:20 WIB

Inkanas Dominasi Perolehan Juara O2SN Purwakarta

Inkanas Dominasi Perolehan Juara O2SN Purwakarta

Purwasuka | Kamis, 15 Juni 2023 | 13:15 WIB

Disnakertrans Purwakarta Sudah Tangani 5 Kasus PMI Ilegal dari Januari Hingga Juni 2023

Disnakertrans Purwakarta Sudah Tangani 5 Kasus PMI Ilegal dari Januari Hingga Juni 2023

Purwasuka | Kamis, 15 Juni 2023 | 13:05 WIB

Terkini

Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!

Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Semarak Perayaan HUT RI ke-81 di Bundaran HI

Semarak Perayaan HUT RI ke-81 di Bundaran HI

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Pemulihan Pascagempa NTT Mulai Berjalan, Askrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Flores

Pemulihan Pascagempa NTT Mulai Berjalan, Askrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Flores

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Saham Bank Berstatus HSC, OJK Ungkap Dampaknya bagi Nasabah dan Investor

Saham Bank Berstatus HSC, OJK Ungkap Dampaknya bagi Nasabah dan Investor

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:58 WIB

6 Weton Paling Tahan Energi Negatif Menurut Primbon Jawa

6 Weton Paling Tahan Energi Negatif Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:56 WIB

Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa

Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:55 WIB

4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik

4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global

Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Dulu Viral Pecat Ratusan Karyawan Lewat Zoom, Kini CEO Ini Kena Getahnya

Dulu Viral Pecat Ratusan Karyawan Lewat Zoom, Kini CEO Ini Kena Getahnya

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:41 WIB

Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris

Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:40 WIB

×