Artinya, “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (QS Yunus [10]: 26).
Dua ayat ini mengingatkan kita semua perihal pentingnya peningkatan ketaatan dan kebaikan dalam setiap harinya. Oleh karena itu, momentum tahun baru ini sudah seharusnya kita jadikan ajang untuk terus meningkatkan semangat baru dalam melakukan ibadah dan ketaatan kepada-Nya. Dengan demikian, maka tidak hanya tahunnya yang baru namun akan ada ketaatan dan kebaikan baru pula yang akan kita kerjakan.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Terus semangat dalam meningkatkan ketakwaan dan kebaikan menjadi salah satu tanda bahwa mereka merupakan manusia terbaik. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah, bahwa suatu saat ia ditanya oleh para sahabat perihal paling baik dan buruknya manusia.
Kemudian nabi menjelaskan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang oleh Allah diberikan umur yang panjang kemudian ia gunakan umur tersebut untuk melakukan kebaikan.
Sebaliknya, paling buruknya manusia adalah mereka yang diberikan umur yang panjang, namun panjangnya umur tersebut digunakan untuk keburukan. Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah saw dalam salah satu haditsnya bersabda:
Artinya, “Paling baiknya manusia adalah orang yang dikaruniai umur panjang dan baik (benar) perbuatannya. Sedangkan paling buruknya manusia adalah orang yang panjang umurnya dan jelek perbuatannya.” (HR at-Tirmidzi)
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Mengutip pendapat Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Lathaiful Ma’arif fima li Mawasimil ‘Am minal Wazhaif, bahwa bertambahnya umur dan kebaikan menjadi barometer keimanan seseorang, karena orang-orang yang beriman akan terus bertambah kebaikannya seiring dengan bertambahnya umur,
Artinya, “Maka orang beriman yang menunaikan semua ketentuan-ketentuan iman, tidak akan bertambah dari panjangnya umur selain (juga bertambah) kebaikan. Dan, siapa saja yang bisa seperti ini, maka hidup (di dunia) lebih baik baginya daripada mati.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Itulah pentingnya menumbuhkan semangat baru dalam setiap harinya, khususnya saat ini kita semua berada pada momentum tahun baru Islam. Maka hal terbaik yang layak untuk kita lakukan adalah terus menumbuhkan semangat baru untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam melakukan ketaatan dan kebaikan.
Orang-orang yang terus berusaha untuk meningkatkan ketaatan dan kebaikannya, akan mendapatkan balasan dan jaminan yang sangat istimewa dari Allah swt, yaitu ditempatkan dalam surga yang dipenuhi dengan nikmat. Mereka akan kekal di dalamnya bersama dengan para kekasih-kekasih Allah.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Demikian khutbah Jumat perihal pentingnya menumbuhkan semangat baru di tahun baru ini. Semoga bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua dan kita digolongkan sebagai hamba yang istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amin ya rabbal alamin.***