PURWASUKA - Keceriaan terpancar dari wajah Wahyudin, kakek berusia 58 tahun warga Dusun Sukamaju, Desa Bojongbarat, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.
Senyum bahagia Abah Wahyudin semakin bertambah usai rumah miliknya telah selesai direnovasi dengan mendapatkan dana bantuan sosial rutilahu Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Sebelumnya, rumah yang selama puluhan tahun dia tempati itu kondisinya cukup memprihatinkan, dinding dan tiang rumah sudah lapuk dimakan usia, jika terik, cahaya matahari menyorot seisi rumah.
Bahkan, jika hujan turun, masuknya air pun tak terhindarkan. Kini Abah Wahyudin dapat mengisi hari tuanya dengan nyaman dan aman di rumah yang diberi cat warna hijau sage tersebut.
Abah Wahyudin dengan berurai air mata menyampaikan rasa syukurnya setelah mendapatkan tempat tinggal yang layak.
"Kerusakan rumah yang saya tinggali sudah lama, dan tak bisa dilakukan perbaikan karena tidak ada biayanya. Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja tak mampu. Hatur nuhun pak Gubernur, Pak Bupati dan Pak Kades, ayena mah bumi Abah moal bocor deui," ungkap Abah Wahyudin saat ditemui di rumahnya.
Sementara, Kepala Desa Bojong Barat, Adik Sahroni mengatakan, ada sebanyak 20 rumah di Desa Bojongbarat, Kecamatan Bojong yang mendapat program Rutilahu.
“Alhamdulillah, di Desa Bojongbarat ada sebanyak 20 rumah yang mendapatkan program rutilahu bantuan dari provinsi. 20 rumah tersebut tersebar di 3 dusun, yakni 9 rumah di Dusun Sukamaju, 6 rumah di Dusun Bunisari dan 5 rumah di Dusun Paratag," Jelas Adik, pada Rabu, 27 September 2023.
Dia berharap, program-program pemerintah baik kabupaten, provinsi ataupun pusat yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat bisa berjalan berkesinambungan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Rutilahu warga kami di Desa Bojongbarat, semoga di tahun berikutnya bisa berlanjut atau ada program lagi karena warga kami masih ada yang perlu dibantu melalui Rutilahu,” harap Adik.
Untuk bantuan Rutilahu ini, Ia menjelaskan, satu rumah mendapatkan Rp20 juta dalam bentuk material. “Dengan rincian, Rp17.500.00 untuk pembangunan, Rp2.000.000 untuk biaya tukang/kerja dan Rp500.000 biaya oprasional dan pelaporan LPM, uang tersebut langsung dikelola LPM dilanjutkan ke penerima manfaat,” ujar Adik.
Ditempat yang sama, Ketua LPM Desa Bojongbarat, Miptah Sirojudin menambahkan, program Rutilahu ini memang sudah ditargetkan agar bisa direalisasikan pada tahun ini.
“Kita ingin berpartisipasi di lingkungan dengan bekerjasama para RW dan RT yang ada di Desa Bojongbarat. Alhamdulillah, pada tahun ini yang bisa kita bantu atau terealisasi baru 20 rumah, sedangkan yang kita butuhkan sekitar 40 rumah, mudah-mudahan kedepannya bisa kita bantu semuanya,” ucapnya.
Miptah berharap program ini bisa berjalan dan terus bertambah sehingga dengank kebersamaan di masyarakat untuk membangun wilayah bisa terwujud.
“Kami minta kepada masyarakat, mohon dukungannya dan sumbang saran kepada LPM terkait program ini untuk memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat,” tandasnya.