Orang yang tahu banyak hal tentang kewajiban-kewajiban dalam Islam, maka ia wajib untuk mengajak orang lain untuk mengerjakan kewajiban tersebut. Bahkan orang yang hanya tahu pada satu hukum wajib, ia harus mengajak orang lain yang belum tahu pada hukum tersebut.
Oleh karena itu, kita semua memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk saling mengajak dan mengingatkan kepada sesama. Jika saudara seagama kita tergelincir pada kesalahan, maka tugas kita adalah menasihatinya, kemudian mengajaknya kembali pada jalan yang benar. Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Berdakwah pada hakikatnya bisa kita lakukan di mana saja dan kapan saja.
Termasuk juga berdakwah pada momentum-momentum perayaan maulid nabi. Perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad merupakan momentum yang sangat tepat untuk berdakwah, mengenalkan sosok Nabi Muhammad yang sangat mulia dan luhur, menceritakan semua keteladanan hidupnya yang penuh dengan kesabaran, dan mengajak pada kebaikan.
Menjadikan acara-acara maulid untuk sarana dakwah merupakan salah satu perbuatan yang sangat mulia. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki dalam kitab al-I’lam bi Fatawa Aimmatil Islam Haula Maulidihi ‘alaihis Shalatu was Salam, ia mengatakan:
Artinya, “Sesungguhnya perkumpulan-perkumpulan (maulid) ini adalah sarana terbesar untuk berdakwah (mengajak) kepada Allah, dan merupakan kesempatan emas yang semestinya tidak terlewatkan. Bahkan para pendakwah dan ulama mesti mengingatkan umat perihal Nabi Muhammad saw, tentang akhlaknya, etika sopan santunnya, keadaannya, sejarah hidupnya, muamalah dan ibadahnya. Memberikan nasihat kepada kaum Muslimin, menunjukkan jalan kebaikan dan kemenangan, memperingatkan mereka perihal musibah, bid’ah, kejelekan dan fitnah.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Orang-orang yang berdakwah, mengajarkan orang lain tentang kebaikan akan mendapatkan kemuliaan yang sangat agung, yaitu akan mendapatkan doa dari para malaikat dan semua makhluk yang ada di dunia ini, hal ini sebagaimana ditegaskan dalam salah satu hadits Rasulullah saw:
Artinya, “Sesungguhnya Allah swt memberi banyak kebaikan, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR at-Tirmidzi).
Selain itu, orang yang berdakwah dengan mengajak untuk melakukan kebaikan akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang mengerjakan kebaikan tersebut, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya:
Artinya, “Siapa saja yang menunjukkan kebaikan (kepada orang lain), maka baginya pahala yang sama dengan orang yang mengerjakan (kebaikan) tersebut.” (HR Ibnu Mas’ud).
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Dari beberapa uraian materi khutbah Jumat ini, dapat disimpulkan bahwa momentum perayaan maulid nabi merupakan salah satu sarana yang sangat tepat untuk dijadikan media dakwah, mengenalkan sifat dan keteladanan nabi, serta mengajak orang lain untuk terus istiqamah dalam mengerjakan kebaikan.
Orang-orang yang bisa berdakwah dan mengajak orang lain untuk terus berada dalam jalan kebaikan akan mendapatkan pahala yang sangat besar dari Allah swt, dan akan didoakan oleh semua penduduk bumi, bahkan hewan-hewan melata dan ikan-ikan yang ada di dalam lautan.
Demikian khutbah perihal menjadikan bulan maulid yang penuh berkah ini sebagai sarana untuk berdakwah. Semoga bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, dan digolongkan sebagai hamba yang istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amin ya rabbal alamin.***