Wah, KOPMAS Temukan Data Gizi Buruk dan Stunting tidak Sesuai Fakta Lapangan

Purwokerto

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 19:36 WIB
Wah, KOPMAS Temukan Data Gizi Buruk dan Stunting tidak Sesuai Fakta Lapangan
ilustrasi stunting

PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA - Pemerintah menargetkan angka pravelensi stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024. Selain melalui kebijakan pemerintah, penurunan prevalensi stunting dan gizi buruk membutuhkan peran aktif masyarakat dalam hal pola hidup dan asuh anak, terutama para orang tua dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi anak.

Sekjen Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS) Yuli Supriati mengatakan, permasalahan terjadinya gizi buruk salah satunya disebabkan oleh ekonomi atau kesejahteraan masyarakat yang masih rendah, serta minimnya edukasi atau pemahaman masyarakat terkait pentingnya mencukupi kebutuhan gizi anak terutama di masa seribu Hari Pertama Kelahiran (HPK)

"Kami menemukan laporan kasus stunting dan gizi buruk pada Dinas Kesehatan di beberapa daerah yang tidak sesuai dengan temuan kasus lapangan," ujarnya saat mengisi Workshop Kesehatan 'Menganalisis Tren Stunting dan Persoalan Sistematis Gizi Buruk' secara daring pada Kamis (4/7/2022).

Yuli memberi contoh, temuan KOPMAS di Kecamatan Stabat, Langkat, Sumatera Utara, hampir 70 persen anak di sana mengalami gizi buruk, mengarah ke stunting. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Langkat mengklaim daerah mereka tidak ada kasus stunting atau zero stunting dan zero gizi buruk.

“Data hanya sebatas angka dan tidak akurat dengan kondisi lapangan yang terjadi, sehingga tidak ada penanganan berkelanjutan”, ujar Yuli.

Ia juga menyoroti langkah pemerintah menangani stunting yang harus dilakukan secara terpadu dan sistematis. Selain pencegahan stunting yang dilakukan oleh masyarakat, pemerintah harus bersinergi dalam upaya mengambil langkah strategis agar angka prevalensi data stunting menurun.

“Pencegahan dari masyarakat juga harus dilakukan. Namun, saat bicara anak stunting, maka satu-satunya yang diperlukan adalah intervensi, campur tangan pemerintah, dan medis dalam memastikan anak mendapat booster gizi yang cukup”, tegas Yuli

Ia melanjutkan, pemenuhan asupan gizi yang optimal juga harus tepat pada peruntukannya. Menurutnya, penanganan khusus terhadap anak stunting dan gizi buruk perlu melihat kebutuhan dasar nutrisinya yang disesuaikan dengan kondisi sistem metabolismenya. (Arif KF)

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wings Air Layani Penerbangan Purbalingga-Pondok Cabe Setiap Hari Jumat

Wings Air Layani Penerbangan Purbalingga-Pondok Cabe Setiap Hari Jumat

Purwokerto | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 18:47 WIB

Tarik Uang Rp 16 Juta dari Konsumen, Marketing Villa di Kebumen Ditangkap Polisi

Tarik Uang Rp 16 Juta dari Konsumen, Marketing Villa di Kebumen Ditangkap Polisi

Purwokerto | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 19:15 WIB

Jalan Kebumen-Banjarnegara Via Giritirto Karanggayam Akhirnya Dibeton, 12 Tahun Terbengkelai

Jalan Kebumen-Banjarnegara Via Giritirto Karanggayam Akhirnya Dibeton, 12 Tahun Terbengkelai

Purwokerto | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 19:02 WIB

Terkini

Praktik Curang di Program Makan Bergizi Gratis, Lalu Iqbal: Tobat atau Saya Tangkap!

Praktik Curang di Program Makan Bergizi Gratis, Lalu Iqbal: Tobat atau Saya Tangkap!

Bali | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:55 WIB

Klasemen Sementara Peringkat Ketiga Terbaik Piala Dunia 2026: Belgia Terancam, Portugal Belum Aman

Klasemen Sementara Peringkat Ketiga Terbaik Piala Dunia 2026: Belgia Terancam, Portugal Belum Aman

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:52 WIB

Fajar Nugra Gunakan Pakaian Dalam Wanita untuk Pelet di Film Pemikat Jiwa

Fajar Nugra Gunakan Pakaian Dalam Wanita untuk Pelet di Film Pemikat Jiwa

Entertainment | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:51 WIB

Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas

Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:50 WIB

Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek

Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:50 WIB

Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:47 WIB

6 Weton yang Berpotensi Kaya Raya, Sukses dan Hoki Sepanjang Hidup

6 Weton yang Berpotensi Kaya Raya, Sukses dan Hoki Sepanjang Hidup

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:46 WIB

Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi

Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:45 WIB

Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi

Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:44 WIB

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:41 WIB