PURWOKERTO.SUARA.COM, Cara berpikir orang awam dengan sufi berbeda dalam memandang keduniaan. Seringkali orang memiliki ambisi atau bernafsu memiliki sesuatu yang lebih. Misal memiliki rumah tidak cukup satu, punya mobil atau kendaraan harus banyak, harta melimpah, entah karena alasan gengsi atau kepuasan.
Padahal apa yang diinginkan manusia, kerap kali tidak sebanding dengan kebutuhannya yang sebenarnya sangat terbatas.
Ulama karismatik KH.Bahaudin Nursalim pernah menyinggung soal itu lewat cerita sufi.
Gus Baha mengisahkan, orang ahli tasawuf untuk makan, satu piring saja sudah cukup. Dia juga meminum air segelas pun sudah puas. Sufi itu mengungkapkan, ngapain ia memburu banyak harta jika kebutuhannya hanya satu piring. Tidak perlu juga ia memiliki 100 kamar jika yang dia pakai toh pada akhirnya hanya 1 kamar.
“Ngapain saya butuh uang banyak, kalau 1 piring sudah cukup (kenyang). Tidur di 1 kamar, bangun sudah puas. Artinya anda punya 100 kamar, tidurnya tetap di 1 kamar. Jangan mentang-mentang punya kamar 100, terus dibagi 5 menitan, karena “eman”kamar lain nganggur.
Artinya, kalau punya kamar 1 cukup, mengapa pengen rumah banyak,”katanya
Jadi sebetulnya, menurut Gus Baha, memiliki rumah banyak justru akan menambah kebingungan. Pemilik akan bingung siapa yang akan merawat rumah-rumah yang tidak ditinggalinya.
Toh belum tentu capaian dia memiliki rumah banyak dianggap masyarakat sebagai prestasi, akhirnya dia dipuja
“ya kalau dianggap prestasi, tapi kalau dianggap bingung, karena mau tidur saja, di rumah mana di kamar mana,”katanya
Baca Juga: Arsenal Benamkan Bournemouth 3-0, Wiliam Saliba Jadi Bintang Lapangan
Simak video asli Gus Baha terkait ini,