PURWOKERTO.SUARA.COM - Secara global, dari 15 Juli hingga 15 Agustus 2022, sebanyak 172.042 sekuens SARS-CoV-2 telah dikirimkan ke GISAID. Di antara sekuens ini, varian Omicron yang menjadi perhatian (VOC) tetap menjadi varian dominan yang beredar secara global, terhitung 99,3% (170 905) dari sekuens.
Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan lebih dari setengah atau 56 persen orang tidak menyadari terinfeksi varian Omicron.
Merupakan kabar baik bahwa varian Omicron cenderung menyebabkan gejala yang relatif ringan, bahkan tidak bergejala sama sekali pada orang yang telah menerima vaksin. Akan tetapi, yang harus menjadi perhatian adalah kemungkinan menyebarkan virus tanpa disadari atau tidak sengaja.
Omicron memicu gejala ringan seperti flu biasa, batuk, demam, beberapa merasakan gejala kelelahan, sakit tenggorokan, bahkan menurunnya kemampuan konsentrasi, dengan tingkat penularan yang lebih cepat.
Perbedaan gejala pada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron cenderung lebih ringan, seiring dengan bertambahnya tingkat kekebalan populasi setelah infeksi SARS-CoV-2, vaksinasi, atau kombinasi keduanya.
Berdasarkan WHO Weekly Situation Report per 17 Agustus 2022, sebuah studi pendahuluan menunjukkan peningkatan keparahan pada BA.5 dibandingkan dengan BA.2. Sementara itu, studi lain menunjukkan tingkat keparahan penyakit yang serupa dengan BA.2 dan BA.4.12.
Terkait risiko terinfeksi ulang pada varian Omicron BA.5, sebuah penelitian melaporkan perlindungan terhadap infeksi setelah infeksi BA.2. Sementara laporan lain mengungkapkan adanya pengurangan perlindungan dari infeksi ulang. (Arif KF)