Orang Tua Wajib Tahu! Kenali Tanda Overparenting. Hambat Perkembangan Anak

Purwokerto Suara.Com
Selasa, 20 September 2022 | 21:06 WIB
Orang Tua Wajib Tahu! Kenali Tanda Overparenting. Hambat Perkembangan Anak
ilustrasi kebersamaan orang tua dan anak (pixabay)

PURWOKERTO.SUARA.COM Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Keinginan memberikan yang terbaik terkadang bersikap tertalu berlebihan dapat mengarah pada overparenting.

Overparenting merupakan  suatu kondisi di mana orang tua mengatur kehidupan anak-anaknya secara berlebihan. Orangtua yang overparenting beranggapan apa yang dilakukan memang yang terbaik untuk sang anak. Mengawasinya dan memastikan bahwa mereka membuat keputusan yang baiik serta kiranya tidak akan melukai anak-anak mereka sedikit pun.

Overparenting terlihat sebagai bentuk perhatian. Namun, terlalu banyak membatasi pergerakan anak hingga tidak dapat mentolerir sebuah kegagalan, luka, atau kesalahan ini justru akan menghambat perkembangan anak dan menyebabkan ketergantungan.

Tanda-tanda Overparenting

Beberapa mungkin tidak sadar bahwa meraka overparenting. Mereka yang melakukannya beranggapan hal tersebut merupakan bentuk kepedulian walau nyatanya lebih menjurus ke pengekangan.

Para orang tua sebaiknya mengetahui ciri-ciri overparenting sehingga tidak menerapkannya kepada sang anak. Berikut ciri-ciri overparenting :

1. Khawatir berlebihan

Memiliki ketakutan berlebihan saat melihat anak berusia 5 tahun bermain ditaman menjadi salah satu tanda overparenting.

2. Tidak bisa melihat anak gagal

Baca Juga: 5 Tips Merawat Bulu Kucing Agar Sehat, Bersih dan Indah

Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk sang anak. Namun tidak ingin melihat anak mengalami kegagalan akan membuat sang anak tidak berlajar pada kesalahannya.

Orang tua yang terlal cepat memberi tahu hal yang benar setiap kali mereka berjuang mencari tahu sesuatu, ini akan benar-benar memutuskan potensi anak Anda.

3. Mencoba mengontrol cara orang lain memperlakukan anak Anda

Misalnya dalam lingkungan sekolah, orang tua berdebat dengan guru, pelatih, penjaga daycare, atau pengasuh tentang aturan mereka atau cara anak diperlakukan, hal tersebut dapat menjadi tanda tindakan overparenting. Kesempatan anak-anak mendapat manfaat dari mempelajari aturan yang berbeda di lingkungan sekitarnya akan hilang.

4. Tidak memiliki harapan seusia anak

Orang tua terkadang memiliki ekspektasi berlebihan terhadap anak. Misalnya menginginkan anak tidak terkalahkan dengan teman sebayanya dari segi kemampuan. Hal tersebut membuat orang tua mengarahkan anak turut serta dalam berbagai kegiatan dan bahkan mengatur waktu luang anak-anak untuk memastikan mereka selalu produktif. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI