Bunda, Yuk Tumbuhkan Cara Berpikir Pada Anak Sejak Usia Dini

Purwokerto Suara.Com
Senin, 03 Oktober 2022 | 08:11 WIB
Bunda, Yuk Tumbuhkan Cara Berpikir Pada Anak Sejak Usia Dini
orang tua dan anak

PURWOKERTO.SUARA.COM- Pola tumbuh kembang anak memang memerlukan perhatian khusus. Selain mengajarkan untuk bersikap mandiri, anak juga perlu diajak untuk berpikir kritis sejak dini.

Ada banyak manfaat yang akan dirasakan oleh anak jika sejak dini telah dilatih untuk memiliki pola pikir yang kritis. Salah satunya adalah anak menjadi lebih memiliki pikiran yang terbuka, serta meningkatkan kreativitas anak.

Selain itu, saat anak telah memiliki pikiran yang kritis sejak dini maka anak dapat lebih mudah memahami diri sendiri, mampu memecahkan masalah dan menerima perbedaan.

Walaupun, hal ini tidak semudah seperti yang dibayangkan, karena bunda perlu mengajarkan sang anak dengan perlahan dan yang terpenting konsistensi.

Oleh karena itu, bila bunda bingung bagaimana caranya mengajarkan anak berpikir kritis sejak dini, berikut adalah rangkuman yang dapat bunda pahami, yaitu:

1.Berikan contoh bagaimana berpikir kritis
Pada masa pertumbuhan, anak memiliki sifat untuk meniru apa yang dirinya lihat. Para bunda bisa memberikan contoh berpikir kritis secara sederhana dengan memberikan contoh pola berpikir kritis sederhana.

2.Biarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri
Bunda, salah satu cara yang dapat bunda lakukan untuk mengajarkan anak berpikir kritis adalah dengan membiarkan sang anak menyelesaikan masalahnya sendiri. Saat anak tengah mengalami kesulitan, biarkan dirinya untuk memikirkan jalan keluar yang harus dilakukan.

Orang tua hanya perlu melakukan pengawasan dan biarkan sang anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

3.Ajak anak untuk bertanya dalam sebuah diskusi
Selanjutnya, bunda bisa mengajak anak untuk melakukan diskusi sederhana. Hal ini untuk memancing anak menanyakan sesuatu, agar si anak dapat mengidentifikasi informasi yang dia terima.
Walaupun, yang biasa terjadi adalah orang tua akan merasa cape saat dihadapkan dengan pertanyaan anak yang terlalu banyak, biarkan saja dan jangan larang anak untuk bertanya.

Baca Juga: Laut Selatan Kembali Memakan Korban, Bocah 12 Tahun Hanyut di Pantai Sodong Cilacap

4.Ajarkan anak untuk berpikir luas
Maksud dari berpikir luas adalah melihat suatu permasalahan dari berbagai sisi, sehingga anak berpikir lebih terbuka dan luas. Salah satu kemampuan dari pola berpikir kritis adalah mampu menilai suatu permasalaan secara objektif dan mengevaluasi ide tersebut. (citra safitra)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI