PURWOKERTO.SUARA.COM – Sains menjadi salah satu bidang keilmuan yang mencangkup berbagai hal. Namun bagi sebagian orang metode untuk pengajaranya memiliki cara yang beragam. Termasuk untuk mereka yang masih kecil.
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Hilmar Farid mengatakan diperlukan metode yang menyenangkan untuk mengenalkan sains pada anak-anak usia dini dan remaja.
Hilmar mengatakan film merupakan salah satu media yang tepat untuk mengenalkan tentang sains kepada anak-anak. Menurutnya, film berdurasi pendek dengan isu sains bisa didistribusikan pada platform yang disukai anak-anak.
"Hadir di platform-platform yang mereka sukai. Tentu itu kunci kalau mau eksis, untuk berperan di tempat berkumpulnya anak-anak. Ada di platform aja belum tentu diakses, tentu tantangan buat kita semua," ujar Hilmar dikutip dari Antara. Selasa, (18/10/2022).
Lebih lanjut, Hilmar mengemukakan sains merupakan ilmu dasar yang digunakan pada kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, sains masih dianggap sebagai pelajaran bagi anak-anak yang berada di kota besar sehingga tidak terlalu menjadi fokus pelajaran di sekolah.
Membangun kesadaran untuk belajar sains dianggap paling efektif melalui film. Isu-isu soal perubahan iklim, pertanian, pengelolaan sampah hingga teknologi akan lebih mudah dijabarkan melalui film. Menurut Hilmar, mengenalkan sains tidak bisa hanya dengan teori-teori ilmiah saja. Sebab, hal tersebut tidak relevan dan tidak dekat dengan keseharian sehingga akan cenderung ditolak oleh anak.
"Buat saya film seperti ini segala umur sebetulnya. Tinggal kompleksitasnya aja dibagi, untuk orangtua tontonan ini juga sangat berguna," kata Hilmar.
Melalui film karena pendek-pendek dan to the point, ada isu yang pengin sampaikan sampai proses mencari solusi. Hal inilah yang perlu orangtua miliki dengan peran yang cukup penting untuk mengenalkan sains pada anak-anak.
Orangtua juga diharapkan mampu menepis anggapan bahwa sains adalah ilmu yang sulit dijangkau. Sehingga nantinya bisa mengerti pentingnya belajar sains. Pemahaman soal ilmiah ini harusnya tumbuh sejak dini.
Baca Juga: Bertemu Presiden FIFA, Indonesia Sepakati Piala Dunia U-20 Akan Sesuai Standar FIFA
“Ini enggak bisa tumbuh dalam semalam, perubahan enggak datang semalam, tapi langkah seperti ini sangat membantu," pungkas Hilmar.*(ANIK AS)