Mengenal Pasuruan, Tak Hanya Sebagai Kota Pelabuhan

Purwokerto Suara.Com
Kamis, 10 November 2022 | 20:35 WIB
Mengenal Pasuruan, Tak Hanya Sebagai Kota Pelabuhan
Suasana Masjid Al Anwar Pasuruan saat malam hari ((Commons.wikimedia.org))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Bagi sebagian orang mendengar Pasuruan mungkin hanya dinilai sebatas Kota Pelabuhan yang pada masanya sempat Berjaya dan menjadi denyut nadi kerajaan-kerajaan di Jawa. Seperti Raja Airlangga pendiri Kerajaan Kahuripan, yang memerintah tahun 1009 -1042.

Bahkan hingga kini saat kalian pergi ke utara Pasuruan, Pelabuhan Tembikar bisa jadi jujukan untuk mengenang masa kejayaan jalur rempah-rempah nusantara di masa lampau. Konon di sini merupakan denyut nadi Kerajaan Kahuripan yang berpusat di Daha Kediri pada masa itu.

Namun tahukah kalian, Pasuruan juga punya banyak hal lain yang bisa dibanggakan warganya yang tinggal di sana. Saya perlu beri tahu apa yang bisa dibanggakan oleh warga Pasuruan sebagai perantauan yang sempat tinggal di sana, agar kalian pas melintas tidak hanya sekedar lewat saja.

Berikut beberapa hal yang perlu kalian ketahui tentang Pasuruan, biar lebih mengenal hal-hal lain tentang kota ini, jadi tidak sekedar Kota Pelabuhan saja.

1. Punya Pondok Pesantren Tertua

Tidak hanya Kaliwungu di Kendal Jawa Tengah, Pasuruan juga terkenal sebagai Kota Santri yang ada di Indonesia. Bahkan nama Pasuruan memiliki julukan ini lantaran jejak histori pesantren yang panjang. Salah satunya Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan yang  tercatat sebagai pondok pesantren tertua di Indonesia, bahkan pondok ini didirikan pada tahun 1745. 

Perlu diketahui, Pondok Pesantren Sidogiri merupakan pondok yang didirikan dari garis keturunan Sunan Gunung Jati. Bahkan pondok ini merupakan pemegang berbagai lini usaha termasuk retail berjaringan Basmalah Mart yang bersaing dengan Alfamart dan Indomart di sepanjang jalur-jalur Jawa Timur. 

2. Tempat Lahir Ernest Douwes Dekker

Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker merupakan cucu sepupu dari Eduard Douwes Dekker, penulis novel Max Havelaar yang terkenal lewat nama pena Multatuli. Sama dengan Multatuli, Ernest pun selalu melakukan upaya-upaya perjuangan untuk kemerdekaan.  Bahkan Ernest dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia atas jerih payahnya itu.

Baca Juga: Lanjutan Penanganan Gagal Ginjal Akut Misterius, Kemenkes Bakal Terbitkan SE Obat Sirop yang Boleh Dikonsumsi

Ernest lahir di Pasuruan, pada 8 Oktober 1879 ia mendapat darah Jawa dari ibunya hingga memilih untuk berjuang bersama Ki Hajar Dewantara dan Cipto Mangunkusumo dengan mendirikan organisasi politik yaitu Indische Partij pada 1912. Bahkan ia dikenal pula sebagai penggagas nama "Nusantara" sebagai sebutan untuk Hindia Belanda yang merdeka.

3.  Budaya yang Beragam

Pasuruan menyimpan beragam budaya mulai tarian hingga tradisi yang mengakar di masyarakatnya. Tarian  Terbang Bandung, Tari Merak Abyor, Tari Kencring Wirasari adalah beberapa diantara. Sedangkan untuk tradisi juga sangat banyak yang bisa dinikmati mulai Pencak Silat Kuntu, Tabuh Lesung, Seni Hadrah Ishari, Petik Laut dan Manten Sapi.

Tradisi Manten Sapi menjadi yang paling saya ingat sebagai perantauan dan ini tentu bisa jadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Pasuruan. Tradisi ini dilakukan sebelum hari Raya Idul Adha, jadi biasanya sehari sebelum hewan kurban itu disembelih. Puluhan ekor Sapi kurban akan dirias secantik mungkin oleh masyarakat. Sebelum dirias, hewan kurban dimandikan lebih dahulu. Mereka dihias menggunakan bunga-bunga bahkan diberi pewangi layaknya seorang pengantin. 

4. Tempat Tinggal Raja Jawa

Seperti diawal tulisan ini, Pasuruan yang masa itu menjadi denyut nadi pelabuhan kuno masa kerajaan. Membuat wilayahnya jadi perebutan raja-raja Jawa di masa lampau lantaran letaknya yang strategis. Bahkan Kerajaan Kahuripan yang awalnya berpusat di Kediri pernah berpindah pusat pemerintahan ke daerah ini.

Tidak hanya itu saja, saat era Kerajaan Singasari wilayah ini juga sempat menjadi areal vital untuk diperebutkan hingga berlanjut pada  Kerajaan Majapahit. Konon, cikal bakal kuatnya akar keislaman yang ada di Pasuruan dengan adanya Pesantren tertua di sana juga tidak terlepas dari Sultan Trenggono dari Kerajaan Demak yang berhasil menaklukkan Pasuruan pada tahun 1545.

5. Tonggak Pusat Penelitian Gula Indonesia

Indonesia pada masa kolonial Hindia-Belanda memang dikenal sebagai wilayah penghasil produk-produk perkebunan. Satu diantaranya adalah tanaman tebu yang produk turunannya menjadi Gula. Nah di Pasuruan ini terdapat gedung Proefstation voor de Java-suikerindustrie atau Stasiun Penelitian untuk Industri Gula di Jawa yang menjadi tonggak awal penelitian Gula di Indonesia masa itu.

Lokasi ini beralamat di Jalan Pahlawan Nomor 25, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Meski setelah Indonesia merdeka lembaga ini berubah menjadi Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) namun perannya di masa kolonial tidak dipungkiri telah menuliskan tinta emas dalam sejarah gula Hindia Belanda bahkan Dunia.

Itulah beberapa hal yang bisa dibanggakan dari Pasuruan. Sebagai perantauan yang pernah tinggal dan menetap di sana, informasi ini harus saya bagikan seluas mungkin. Biar, kalian tahu saat ke Jawa Timur nggak melulu Surabaya, Malang dan Batu saja. Selamat berkunjung.*(ANIK AS)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI