PURWOKERTO.SUARA.COM – Presiden Joko Widodo meresmikan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya di AMN Kota Surabaya, pada Selasa, 29 November 2022. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku senang karena rasa optimisme tampak dari wajah 410 mahasiswa yang terdaftar di AMN Surabaya.
“Wajahnya kelihatan kalau orang Jawa bilang semringah, cerah, ceria, dan memperlihatkan optimisme yang tinggi. Di sini ada 410 mahasiswa dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, semuanya berbaur menjadi satu,” ujar Presiden dikutip laman resmi Presiden.
Kepala Negara menjelaskan, usulan awal pembangunan AMN berasal dari tokoh Papua yang menaruh perhatian terhadap gesekan antarmahasiswa yang masih terjadi di sejumlah daerah, utamanya di kota-kota pendidikan. Hal tersebut, menurut Presiden, disebabkan masing-masing provinsi memiliki asrama tersendiri di daerah.
Joko Widodo Presiden RI meresmikan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) pertama di Indonesia yang terletak di kawasan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Selasa (29/11/2022) siang. Rombongan Presiden, tiba di lokasi peresmian sekitar pukul 14.00 WIB. Di sepanjang jalan menuju AMN, mobil Presiden disambut ratusan siswa dari jenjang SD hingga SMA sambil membawa bendera merah putih.
Kemudian ketika memasuki pintu gerbang AMN, Jokowi yang didampingi sejumlah pejabat dan Menteri disambut dengan yel-yel yang disorakkan mahasiswa AMN. “Selamat datang pahlawan kita, lama nian kami rindukan bapak.
Inilah kami anak-anakmu selamat datang di AMN. Terpesona aku terpesona memandang pak Jokowi di AMN,” kurang lebih bunyi yel-yel untuk menyambut Jokowi. Kemudian, dalam sambutannya Jokowi menyampaikan bahwa AMN merupakan tempat untuk saling mengenal berbagai suku dan bangsa se-Nusantara.
“Kalau semua suku dan bangsa bisa kompak dan rukun, maka bisa menjadi kekuatan besar bagi Indonesia,” tegas Jokowi dalam sambutannya, Selasa (29/11/2022).
Di asrama yang terdiri dari beberapa gedung besar itu, bakal dihuni sebanyak 410 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Dengan rincian 253 orang putra dan 157 orang putri yang terdiri dari empat kampus negeri di Surabaya.
Yaitu, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Airlangga (Unair).
Baca Juga: Jelang Bergulirnya Liga 1 Persebaya Pastikan Rekrut Pemain Jebolan Manchester United
“Tadi saya tanya satu-satu mahasiswa, ada yang datang dari Timika, Manokwari, Palembang, dan Manado. Betul-betul ini merupakan keberagaman Indonesia” ucap Jokowi.
Jokowi juga menceritakan bahwa gagasan awal dibangunnya AMN merupakan usulan dari 61 tokoh Papua yang pernah datang di Istana. Tujuannya untuk merawat keberagaman dan mengenal sesama bangsa.
Sementara itu, Budi Gunawan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia yang hadir mendampingi Jokowi mengatakan jika AMN merupakan kolaborasi dari berbagai lembaga dan Kementerian.
Mulai dari BIN, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek, Kementerian Agama, Kementerian KKP, Pemerintah Daerah dan berbagai Universitas. “Di AMN juga dilengkapi ruang komunal, ruang serbaguna, perpustakaan, laboratorium, klinik kesehatan, dan tempat ibadah,” ujar Budi Gunawan.
Untuk ke depannya, AMN ini bakal dibangun di enam wilayah Indonesia. Seperti Surabaya yang baru diresmikan, Makassar, Manado, Malang, Bantul, dan DKI Jakarta.***