purwokerto

Korea dan Jepang Dilanda Resesi Sex, Faktor Materialistis hingga Tidak Percaya Pernikahan

Purwokerto Suara.Com
Rabu, 30 November 2022 | 21:55 WIB
Korea dan Jepang Dilanda Resesi Sex, Faktor Materialistis hingga Tidak Percaya Pernikahan
simbol hubungan seksual


Berdasarkan survei, salah satu penyebab terjadinya resesi seks di Jepang dan Korea, karena masyarakatnya yang tidak mau menikah. Ini karena kekhawatiran mereka tidak bisa membiayai pernikahan, dan tidak enggan menanggung beban ekonomi akibat mempunyai anak.  


2. Menemukan Kesenangan dengan Cara Lain 


Dari tahun 1992 sampai 1994, jumlah pria di Amerika yang melakukan masturbasi dalam minggu tertentu mengalami peningkatan dua kali lipat, menjadi 54 persen. Begitu juga wanita yang meningkat lebih dari tiga kali lipat, yakni 26 persen. 


Selain di Amerika, kaum muda di Jepang dan Korea Selatan juta memandang seks sebagai aktivitas yang melelahkan. Oleh karenanya, mereka lebih memilih mengunjungi toko onakura untuk melakukan masturbasi di depan karyawan wanita. 

Selain itu, kemudahan untuk mengakses internet, juga membuat seseorang mudah untuk mengakses film blue atau pornografi. Hal ini juga menjadi salah satu yang berkontribusi pada lonjakan kegiatan masturbasi dengan perluasan resesi seks. 


3.Tingkat Pernikahan yang Menurun 


Fenomena menurunnya jumlah orang yang menikah, tidak hanya disebabkan karena masalah finansial. Berdasarkan data, sepertiga responden survei mengungkapkan bahwa mereka tidak mempercayai pernikahan.

Bahkan, dalam persentase yang sama menunjukkan bahwa mereka tidak pernah jatuh cinta. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa jumlah pasangan muda yang menikah di Jepang maupun Korea menurun. 


4. Terlalu Sibuk 
Salah satu faktor utama terjadinya resesi seks yakni rutinitas sehari-hari yang sangat padat. Kesibukan dalam bekerja ini kemudian membuat seseorang tidak lagi memikirkan hubungan yang romantis. Hal ini pun menyebabkan mereka memilih untuk tetap melajang dan fokus mengejar karier. Sehingga membuat kehidupan seks terabaikan. 

Baca Juga: Fakta Menarik Jelang Partai Hidup Mati Polandia vs Argentina


5. Seks yang menyakitkan 
Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan tahun 2012 oleh Debby Herbenick, seorang peneliti seks di University of Indiana di Bloomington, mengungkapkan bahwa penurunan aktivitas seksual dapat terjadi karena seks dianggap menyakitkan.  


Dalam studinya, menemukan sebanyak 30 persen perempuan mengalami rasa sakit saat mereka melakukan hubungan seks vaginal. Sedangkan, sebanyak 72 persen lainnya mengalami rasa sakit ketika mereka melakukan aktivitas seks anal. (Citra Safitra) 

Sumber : suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI