PURWOKERTO.SUARA.COM – Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yang dilakukan Perum Bulog Cabang Banyumas terus dilakukan. Hal tersebut guna memaksimalkan sebagai upaya untuk mengendalikan kenaikan harga beras di pasaran.
Mengingat beberapa waktu terakhir terlihat kecenderungan mengalami kenaikan akibat masa paceklik. KPSH bakal memaksimalkan di seluruh jaringan, baik distributor maupun ritel dan termasuk di jaringan pasar (pencatatan) BPS (Badan Pusat Statistik.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Banyumas, Rasiwan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mengatakan pihaknya melaksanakan program KPSH tersebut setiap hari guna memasok ketersediaan beras medium di pasar-pasar pencatatan BPS.
Selain itu, Bulog juga terus memantau pergerakan di masing-masing jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) maupun Toko Pangan Kita (TPK) di pasar pencatatan BPS. "Hingga hari ini (13/12/2022), kami sudah menyalurkan beras medium untuk KPSH sekitar 25.000 ton dengan rerata penyaluran harian sebesar 500 ton," jelasnya.
Terkait dengan stok beras medium untuk KPSH, Rasiwan mengatakan hingga saat ini masih tersedia sekitar 4.000 ton di gudang-gudang Bulog Banyumas yang tersebar di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Menurut dia, pihaknya akan melihat pergerakan permintaan pasokan beras medium tersebut baik dari sisi distributor maupun ritel. "Nanti kalau dalam posisi permintaan ritelnya banyak, akan kami dorong biar penjualannya bisa langsung ke konsumen," katanya.
Disinggung mengenai perkiraan masa panen di wilayah Banyumas Raya, dia mengatakan berdasarkan koordinasi dengan para mitra kerja Bulog, usia tanaman padi saat sekarang rata-rata baru mencapai 40 hari setelah tanam, sehingga masa panen diperkirakan akan berlangsung mulai pertengahan bulan Februari 2023.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya melakukan evaluasi mingguan terhadap ketersediaan stok beras medium untuk KPSH yang saat ini masih sekitar 4.000 ton.
"Kalau sekiranya permintaan dari jaringan ritel cukup besar, nanti yang distributor akan kami evaluasi karena kalau jalur distributor itu volumenya besar. Tapi saya akan mendorong untuk bisa langsung ke konsumen lewat jalur ritel," tegasnya.
Baca Juga: Jelang Semifinal Piala Dunia Qatar 2022, Timnas Argentina dan Kroasia Saling Respek
Selain itu, kata dia, penyaluran beras medium KPSH bisa lebih mengena dan dapat langsung diterima oleh masyarakat. Lebih lanjut, Rasiwan mengatakan harga beras medium untuk KPSH tersebut tetap sesuai dengan penugasan, yakni harga di gudang Bulog sebesar Rp8.300 per kilogram untuk kemasan 50 kg dan Rp8.500/kg untuk kemasan 5 kg.
"Harga jual beras medium KPSH di RPK maupun TPK maksimal Rp9.450/kg. Jika konsumen membeli berasnya langsung di gudang Bulog, bisa mendapatkan harga yang Rp8.300/kg untuk kemasan 50 kg atau Rp8.500/kg untuk kemasan 5 kg," jelasnya.
Berdasarkan pantauan di Pasar Manis Purwokerto, Selasa (13/12), harga beras kualitas bawah yang sebelumnya berada pada kisaran Rp9.750/kg naik menjadi Rp10.000/kg sejak hari Senin (12/12).
Sementara harga beras kualitas medium yang sebelumnya berkisar Rp10.500/kg, pada hari Senin (12/12) naik menjadi Rp10.750/kg dan pada hari Selasa (13/12) menjadi Rp11.000/kg.
Demikian pula dengan harga beras kualitas super yang sebelumnya sebesar Rp11.750/kg, pada hari Senin (12/12) naik menjadi Rp12.250/kg dan pada hari Selasa (13/12) menjadi Rp12.750/kg.***