PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Mainan lato-lato yang tengah populer kembali memakan korban. Di Kabupaten Banyumas, seorang anak mengalami kebutaan setelah satu matanya terkena bola lato-lato, Minggu 8 Januari 2023.
Foto anak ini yang tengah dirawat viral seketika di media sosial. Foto berserta pesan menyebar cepat melalui jejaring aplikasi perpesanan WhatsApp.
Pesan dalam foto ini menyebut warga kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas buta akibat terkena lato-lato. Hal ini sontak membuat orang tua cemas karena demam lato-lato menggejala di kalangan anak-anak.
Foto berisi gambar seorang anak yang sedang terbaring di tempat tidur dengan kondisi mata sebelah kanan diperban.
"Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh sedulur....mau saling mengingatkan yg pada punya anak main lato-lato diawasin yaa...," tulis narasi yang beredar melalui pesan berantai itu.
Menurut narasi yang beredar, anak tersebut bersekolah di SD yang beralamat di Jalan Gereja Purwokerto. Namun tidak menyebutkan secara detil SD yang dimaksud.
"Ini anak Jalan Gereja Sokanegara SD kelas 3 main lato-lato kena bola mata pecah akhirnya diangkat dan mata buta sebelah," tulis pesan tersebut.
Lurah Sokanegara, Khalimah Miskia ketika dikonfirmasi memastikan, kabar melalui pesan berantai yang tersebar tidak benar alias hoaks. Usai ramai di media sosial, ia mengaku banyak menerima telepon dan pesan WhatsApp yang menanyakan kebenaran kabar tersebut.
"Baru tadi pagi saya tahu itu, banyak yang telepon dan WA, betul tidak ini (insiden lato-lato)," katanya kepada wartawan, Senin (9/1/2023).
Baca Juga: Dewas KPK Terima 96 Aduan dari Masyarakat Soal Kinerja KPK, Ada Laporan Dugaan Pelanggaran Etik
Mendapat informasi tersebut, ia langsung mengecek ke beberapa sekolah. Karena di Jalan Gereja terdapat lebih dari satu sekolah dasar.
"Kami sudah memeriksa informasi ke SD N Sokanegara 1 dan SDN Sokanegara 3, ternyata tidak ada sama sekali siswa tersebut yang diberitakan," katanya.
Ia menegaskan informasi yang beredar hoaks. Oleh sebabnya Khalimah mengimbau, agar warga dapat lebih berhati-hati ketika mendapat informasi yang belum jelas kebenarannya. Karena hal tersebut bisa membuat resah para orangtua. (Anang Firmansyah)