Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah, Kebumen Berencana Lanjutkan Program Pengentasan Kemiskinan Hingga Tahun Politik 2024

Purwokerto

Kamis, 26 Januari 2023 | 05:27 WIB
Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah, Kebumen Berencana Lanjutkan Program Pengentasan Kemiskinan Hingga Tahun Politik 2024
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto pada rapat RKPD 2024 di Pendapa Kebumian, Kabupaten Kebumen, Rabu 25 Januari 2023. (Dokumentasi Pemkab Kebumen)

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten Kebumen masih menyandang predikat kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Karena itu, Pemkab Kebumen berencana melanjutkan program pengentasan kemiskinan hingga tahun 2024 mendatang.

Hal ini mengemuka pada rapat konsultasi publik membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024 yang berlangsung di Pendapa Kabumian Kabupaten Kebumen, Rabu 25 Januari 2023. 

Rapat RKPD ini dihadiri Bupati Arif Sugiyanto, Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih, Forkompimda, seluruh jajaran OPD, camat se Kabupaten Kebumen, BUMD, perwakilan LSM, serta tokoh masyarakat.

Konsultasi Publik RKPD Tahun 2024 bertujuan untuk memperoleh masukan dan saran dari seluruh pemangku kepentingan di Kebumen untuk penyempurnaan terhadap rancangan awal RKPD Tahun 2024.

"Yang perlu dipahami masyarakat bahwa program 2024 sudah mulai dibahas di awal tahun 2023 ini. Kita rembug bersama, mendengar masukan, aspirasi dan saran dari berbagai pihak (masyarakat), untuk arah pembangunan ke depan, agar jelas dan terukur," ujar Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto.

Kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Kebumen. Sebab, Kebumen masih menjadi salah satu kabupaten termiskin di Jateng.

"Kita memang masih termiskin, tapi Alhamdulillah penurunannya cukup besar 1,46 persen. Ini bagus, apabila kita konsisten sampai tahun 2024 Insya Allah kita akan terbebas dari kabupaten termiskin," kata Arif.

Karena itu prioritas program Pemkab Kebumen ke depan adalah penguatan ekonomi, menumbuhkan kembali daya beli masyarakat, memperbanyak investasi di Kebumen untuk pembukaan lapangan kerja di berbagai sektor.

"Daya beli masyarakat kita ini masih lemah, apalagi disaat inflansi ini, perputaran uang di Kebumen ini tidak sekencang di kabupaten lain. Ini harus kita genjot lagi, kita ramaikan lagi, perbanyak event, gandeng investasi, dan kita dorong masyarakat berwirusaha," ujanya.

baca juga

Untuk menggerakan ekonomi masyarakat, Bupati telah mengeluarkan surat edaran yang memerintahkan seluruh ASN agar belanja kebutuhan pokok di pasar tradisional. 

Dengan begitu, masyarakat kecil ini bisa hidup, sekaligus menekan inflasi. Sebab, menurut Bupati, penanganan kemiskinan tidak cukup dengan hanya memberikan bantuan. 

"Bahwa bantuan itu tetap kita berikan, tapi itu bukan solusi utama pengentasan kemiskinan. Inflansi ini harus kita tekan dengan menghidupkan kembali pasar tradisional," ucapnya.

Selain, pengentasan kemiskinan, pembenahan infastruktur juga masih menjadi salah satu fokus utama. Di tengah minimnya anggaran APBD, pemerintah berupaya membangun infrastruktur jalan, jembatan dengan meminta bantuan dari Pemerintah Pusat. 

"Kita sudah mengusulkan 13 perbaikan ruas jalan di Kebumen kepada Kementerian PUPR. Kemudian kita mengusulkan empat pembangunan jembatan ke BNPB yang rusak karena bencana. Kita tidak boleh berpangku tangan meski anggaran terbatas. Lebih baik menebar kail, walau hanya satu yang dapat, dari pada tidak sama sekali," tuturnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penataan Alun-alun Kebumen Habiskan Rp 10 Miliar, PKL Akan Direlokasi

Penataan Alun-alun Kebumen Habiskan Rp 10 Miliar, PKL Akan Direlokasi

Purwokerto | Rabu, 25 Januari 2023 | 22:37 WIB

Tuntut Masa Jabatan Sampai Usia 60 Tahun, Ribuan Perangkat Desa Kebumen Geruduk Jakarta

Tuntut Masa Jabatan Sampai Usia 60 Tahun, Ribuan Perangkat Desa Kebumen Geruduk Jakarta

Purwokerto | Rabu, 25 Januari 2023 | 22:24 WIB

Ganjar Izinkan Kades Geser Bantuan Pemprov Jateng untuk Tangani Kemiskinan Ekstrem

Ganjar Izinkan Kades Geser Bantuan Pemprov Jateng untuk Tangani Kemiskinan Ekstrem

Jawa Tengah | Rabu, 25 Januari 2023 | 15:45 WIB

Tangani Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah, Ini yang Dilakukan Ganjar

Tangani Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah, Ini yang Dilakukan Ganjar

Jawa Tengah | Rabu, 25 Januari 2023 | 15:40 WIB

Terkini

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna

Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:40 WIB

Misi Mustahil: Saat Negara Kecil Berpenduduk 500 Ribu Jiwa Siap Guncang Argentina di Piala Dunia

Misi Mustahil: Saat Negara Kecil Berpenduduk 500 Ribu Jiwa Siap Guncang Argentina di Piala Dunia

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:35 WIB

5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review

5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:35 WIB

Koneksi dan Loyalitas Jadi Jalan Pintas, Apa Kabar Meritokrasi?

Koneksi dan Loyalitas Jadi Jalan Pintas, Apa Kabar Meritokrasi?

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:35 WIB

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:32 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:25 WIB

Pria Jepang Jadi 'Pahlawan' di Stadion, Tapi 'Beban' di Rumah Tangga

Pria Jepang Jadi 'Pahlawan' di Stadion, Tapi 'Beban' di Rumah Tangga

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:20 WIB

Bayar Pajak Kendaraan di Bekasi Bisa Dicicil, Begini Caranya

Bayar Pajak Kendaraan di Bekasi Bisa Dicicil, Begini Caranya

Bekaci | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:16 WIB

Berawal dari Sekolah di Perbatasan, Inovasi Kulit Pisang Ini Kini Bawa Indonesia ke Kancah Global

Berawal dari Sekolah di Perbatasan, Inovasi Kulit Pisang Ini Kini Bawa Indonesia ke Kancah Global

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:12 WIB

×