Sejarah Perlawanan NU Kebumen, Tolak Bayar Pajak dan Transfusi Darah ke Serdadu Belanda

Purwokerto | Suara.com

Senin, 06 Februari 2023 | 18:13 WIB
Sejarah Perlawanan NU Kebumen, Tolak Bayar Pajak dan Transfusi Darah ke Serdadu Belanda
IMG_20230206_18075

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN- Sejarah perjalanan bangsa Indonesia tak lepas dari peran organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) yang kini telah berusia seabad. 


NU di awal pendiriannya memiliki nafas perjuangan untuk menghapus segala bentuk konolialisme.  Sejak awal berdiri, 1926, organisasi NU nyatanya terus berkembang pesat.  NU memiliki kepengurusan hingga di tingkat desa atau kelurahan. 


Cabang NU Kabupaten Kebumen sendiri dirintis sekitar tahun 1936 dengan diprakarsai  ulama besar di Kebumen KH Ahmad Nasokha Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Wonoyoso, Bumirejo Kebumen. 


Bukti sejarah berdirinya Cabang NU ditandai piagam pendirian yang ditandatangani oleh KH Mahfudz Sidiq dan Haji Aziz Dijar, selaku ketua dan sekretaris PB NU. Awal pendirian PCNU Kebumen, sekretariatnya berada di Pondok pesantren Salafiyah Wonoyoso. 


Adapun susunan pengurus pertama (1936 – 1942) adalah Ketua I KH Affandi, Ketua II : KH Abu Jar’I dan sekretarisnya H. Ashari.


Tahun pertama berdiri, gerakan PCNU Kebumen disesuaikan dengan situasi nasional saat itu. Garis pokok perjuangan bersikap non kooperatif terhadap penjajah Belanda dan Jepang. 


Kegiatan utama NU diprioritaskan bidang pendidikan dan pengajaran, sosial ekonomi, silaturrahim dan amar ma’ruf nahi mungkar.


Pengadministrasian surat menyurat dan arsip-arsip lainnya saat itu masih sangat sederhana, dikenal dengan sebutan ‘administrasi paku’.


Surat – surat atau bukti-bukti dari kegiatan NU digantungkan di ‘paku’ yang tertancap di dinding. 


Maklum, kebanyakan pengurus NU adalah pengasuh-pengasuh pondok pesantren yang saat itu lebih mengutamakan masalah agama daripada administrasi.


Proses pengembangan organisasi di tingkat Majlis Wakil Cabang (MWC) dan Ranting dengan sendirinya terjadi  terutama di wilayah yang terdapat pondok pesantrennya. 


Di Kebumen pondok pesantren yang ada saat itu seperti PP Wonoyoso, PP Jetis, PP Gunung Mujil, PP Jogosimo, PP Podoluhur, PP Pekeongan dan lainnya. 


Perjuangan di masa penjajahan


NU Cabang Kebumen lahir tahun 1936, saat kondisi bangsa Indonesia masih dalam kekuasaan penjajahan Belanda. 


Karenanya, NU Cabang Kebumen memperhatikan masalah politik pemerintahan, namun sebatas masalah–masalah yang memberatkan dan menindas rakyat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hadir di Puncak Acara Resepsi 1 Abad NU ? Cek Jalur Ini untuk Menghindari Simpul Kepadatannya

Hadir di Puncak Acara Resepsi 1 Abad NU ? Cek Jalur Ini untuk Menghindari Simpul Kepadatannya

| Senin, 06 Februari 2023 | 17:54 WIB

Harga HP Xiaomi Februari 2023

Harga HP Xiaomi Februari 2023

| Senin, 06 Februari 2023 | 17:28 WIB

Fenomena Langka, Linmas di Pecarikan Kebumen Jaga Kantor Desa Tiap Malam

Fenomena Langka, Linmas di Pecarikan Kebumen Jaga Kantor Desa Tiap Malam

| Senin, 06 Februari 2023 | 17:08 WIB

Terkini

Skandal 'Absen Bodong' Guncang Brebes! 3.000 ASN Terancam Sanksi Berat, Pangkat Bisa Diturunkan

Skandal 'Absen Bodong' Guncang Brebes! 3.000 ASN Terancam Sanksi Berat, Pangkat Bisa Diturunkan

Jawa Tengah | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:12 WIB

Makna di Balik Lagu Sederhana Sheila On 7: Validasi Cerita di Luar Sana Tentang Keseharian Personel

Makna di Balik Lagu Sederhana Sheila On 7: Validasi Cerita di Luar Sana Tentang Keseharian Personel

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:10 WIB

6 Jam Pelarian Menantu Sadis: Drama Penangkapan Pembunuh Mertua di Mojokerto

6 Jam Pelarian Menantu Sadis: Drama Penangkapan Pembunuh Mertua di Mojokerto

Jatim | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:09 WIB

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma

Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma

Sport | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:07 WIB

Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026

Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:03 WIB

Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang

Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final

Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:00 WIB