"Dieng Culture Festival XIV tentu kami punya target harus lebih bagus dari yang sebelumnya, dan tentu target-target tersebut harus kami manajemen sedemikian rupa," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto Rony Hartawan mengatakan keterlibatan BI dalam DCF berkaitan dengan dua hal, yakni pertumbuhan ekonomi dan menjaga inflasi.
Dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, kata dia, pihaknya melihat bahwa salah satu sektor yang punya potensi di Indonesia adalah pariwisata.
"Tentunya, Dieng ini salah satu yang potensial," jelasnya.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mendukung pergelaran DCF XIV Tahun 2023 sebagai awal untuk naik kelas dari kegiatan skala nasional menjadi internasional.
Kendati demikian, dia mengatakan untuk bisa naik kelas tentunya yang paling utama adalah peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) pengelola pariwisata.
"Tentunya juga harus ada pentaheliks yang harus bergabung dalam kegiatan tersebut," katanya.
Dalam hal ini, kata dia, kemampuan berbahasa asing para pelaku wisata perlu ditingkatkan termasuk pengelolaan kegiatannya harus profesional.
Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Banjarnegara Tursiman mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kualitas SDM sektor pariwisata terutama yang ada di Dieng karena mereka yang langsung menangani wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Kondisi Eks Pemain Chelsea Christian Atsu Setelah Tertimbun Reruntuhan Akibat Gempa Turki
"Kami dari pemda (pemerintah daerah sangat mendukung dan akan berusaha sekuat mungkin agar bisa menyiapkan lebih baik, sehingga bisa go internasional. Kami akan menggelar pelatihan-pelatihan bagi teman-teman di pokdarwis," pungkasnya.***