PURWOKERTO.SUARA.COM Umat Islam akan segera merayakan hari Raya Idul Fitri. Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1444 H bertepatan dengan 22 April 2023. Terdapat banyak amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan saat tiba hari lebaran. Salah satunya adalah mandi sunnah pada Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana niat dan waktu pelaksanaan mandi sunnah pada Idul Fitri?
Mandi pada Har Raya Idul Fitri disunnahkan setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan wanita yang sedang haid dan nifas tetap dianjurkan untuk mandi sunnah Idul Fitri ini.
Anjuran tersebut berlaku bagi seorang Muslim yang tidak menghadiri shalat Idul Fitri, seperti orang sakit.
Dikutip dari NU Online dalam tulisan berjudul ''Kesunahan di Hari Raya dan Dalilnya, Mulai Takbiran sampai Mandi Keramas', diungkap dalil yang memperkuat amalan sunnah mandi pada Hari Raya Idul Fitri ini.
"Imam Malik meriwayatkan bahwa Ibnu Umar mandi keramas saat Idul Fitri sebelum berangkat ke tempat Salat." (kitab al-Muwatha')
Waktu pelaksanaan mandi sunnah Idul Fitri sebelum atau setelah shalat subuh pada pagi hari Idul Fitri.
Syekh al-Baijuri dalam kitab Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al-Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja’ menjelaskan bahwa seseorang diperkenankan melaksanakan mandi sunnah ini mulai tengah malam atau 1 Syawal pada waktu dini hari.
Sementara Syekh Sulaiman al-Bujairimi dalam kitab Tuhfah al-Habib ‘Ala Syarh al-Khathib menjelaskan waktu pelaksanaan mandi sunnah yang lebih utama setelah terbit fajar.
Berikut lafal niat mandi sunnah Idul Fitri
Baca Juga: Ngeri! Bocah 15 Tahun di Kebumen Produksi Ratusan Petasan Siap Ledak
“Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah ta'ala."