PURWOKERTO.SUARA.COM, Aksi protes atau sindiran warga terhadap pemerintah soal pembangunan jalan bukan hanya terjadi di Lampung.
Di Kabupaten Purbalingga, tepatnya di Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol, warga melakukan aksi protes dengan cara berbeda.
Akun pesona Sirau mengunggah foto bersama narasi yang menggambarkan buruknya jalan di Desa Sirau.
Tampak jalan itu berlumpur hingga sulit dilalui kendaraan. Sementara di atas jalan yang hancur itu, warga memasang baliho bergambar Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan wakilnya.
Baliho itu berisi pesan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Entah apa maksud warga memasang baliho ucapan Hari Raya Idul Fitri dengan gambar Bupati di atas jalan yang sulit dilewati.
Tak cukup di situ, warga juga memasang baliho berisi pesan menohok ke pemerintah kabupaten.
"HARAP BERSABAR ADA PERBAIKAN JALAN ,MISALE" yang artinya, harap bersabar ada perbaikan jalan, misalkan.
Padahal di jalur itu tidak sedang ada perbaikan jalan. Kata-kata itu hanya untuk menyindir pihak terkait atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Desa Sirau sendiri merupakan akses jalur alternatif untuk menuju kabupaten Pemalang.
Sirau adalah desa di kabupaten Purbalingga sebelah timur yang berseberangan langsung dengan kabupaten Pemalang , yaitu Desa Tambi Pemalang.
Akun itu menyayangkan Pemkab yang seolah menutup telinga saat warga Sirau mengeluhkan jalan kabupaten di desa yang rusak total.
"Yang menjadi pertanyaan warga sirau adalah "Kenapa Desa sirau seolah-olah di anak tirikan ! padahal Desa sirau masih masuk wilayah purbalingga , apa karena ibu Dyah Hayuningpratiwi tidak mendapat suara banyak di Sirau?
sebagai pejabat daerah harusnya bijaksana agar pembangunan di Purbalingga adil dan merata , jangan baperan ?!
(Irumacezza)