Jalan Paling Ekstrem di Banjarnegara, Bikin Jantungan Saat Lewat

Purwokerto

Selasa, 11 Juli 2023 | 22:27 WIB
Jalan Paling Ekstrem di Banjarnegara, Bikin Jantungan Saat Lewat
Jalan penghubung ke Desa Prendengan Banjarnegara

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Kabupaten Banjarnegara dikenal sebagai daerah rawan bencana tanah longsor. Sebagian besar wilayahnya yang berbukit rawan terjadi pergerakan tanah. 

Bukan hanya mengancam pemukiman, tanah longsor juga mengancam infrastruktur umum seperti jalan. 


Pemerintah pun harus mengeluarkan anggaran ekstra untuk memperbaiki jalan yang rusak atau lenyap karena longsor. 


Di antara jalan yang langganan longsor berada di Desa Prendengan Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara. 


Desa Prendengan memiliki dua akses jalan yang menghubungkannya dengan dunia luar. Jalur pertama melalui Desa Sijeruk yang menghubungkan ke kecamatan Banjarmangu atau kota Banjarnegara. 


Jalur kedua menghubungkan ke Kecamatan Karangkobar via Desa Pagerpelah. 


Sayangnya, kedua jalan itu sama-sama rawan putus karena longsor saat musim hujan. 


Tidak heran desa itu sering terisolasi saat jalan putus karena terjadi pergerakan. Desa itu sendiri berada di balik Gunung Pawinihan yang berbatasan dengan hutan. 


Untuk mencapai desa ini, dari Banjarnegara melalui Desa Sijeruk dengan kondisi jalan yang cukup sempit dan beberapa bagian telah rusak. 

baca juga


Untuk melewati jalur ini pengendara harus hati-hati. Sebab di beberapa titik jalan, kondisinya rusak karena pergerakan tanah. 


Bahkan beberapa titik jalan lokasinya sudah berpindah atau bergeser karena pergerakan. 


Di antara titik paling parah adalah di Kalicangkok. Jalan itu langganan hancur hingga putus karena longsor. 


Jalan itu berada persis di bawah persis tebing dengan kemiringan sangat curam. Ditambah kondisi tanah lereng yang labil membuatnya lebih berisiko longsor. 


Ada beberapa rekahan yang semakin lama kian lebar. Tebing di atas jalan itu juga terlihat gundul atau hilang tanamannya karena berulang kali longsor. 


Saat tebing longsor, materialnya berupa tanah dan batu-batu besar menggelinding menimbun jalan.  Berkali-kali dihantam longsor membuat jalan itu kerap hancur hingga putus. 


Warga kerap gotong royong membersihkan longsoran agar bisa kembali dilalui kendaraan. 


Karena itu akses vital yang menghubungkan desa dengan dunia luar, termasuk anak-anak sekolah. 


Jalan kabupaten itu pun susah dipindah atau dibangun jalan alternatif karena hampir semua wilayah di situ rawan pergerakan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pesta Rakyat Ngunduh Mantu, Bupati Kebumen Sediakan 10.000 Porsi Makanan Gratis

Pesta Rakyat Ngunduh Mantu, Bupati Kebumen Sediakan 10.000 Porsi Makanan Gratis

Purwokerto | Selasa, 11 Juli 2023 | 21:55 WIB

Live Streaming AVC Challenge CUP 2023 Dilengkapi dengan Link Live Streamin

Live Streaming AVC Challenge CUP 2023 Dilengkapi dengan Link Live Streamin

Purwokerto | Selasa, 11 Juli 2023 | 21:50 WIB

Bukan UIN, Universitas di Purwokerto Ini Mahasiswanya Fasih Berbahasa Arab

Bukan UIN, Universitas di Purwokerto Ini Mahasiswanya Fasih Berbahasa Arab

Purwokerto | Selasa, 11 Juli 2023 | 21:12 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×