PURWOKERTO.SUARA.COM, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) merilis program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dengan menugaskan 24 mahasiswa terpilih untuk menjalankan pengabdian masyarakat di Malaysia.
Ketua Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unsoed Agus Haryanto mengatakan, Program KKN Internasional yang berlangsung dari Juli 2023 hingga Agustus 2023.
Itu bertujuan untuk memperluas cakrawala mahasiswa, memberikan kontribusi bagi kemanusiaan, mempererat hubungan antar bangsa sekaligus memperkokoh wawasan kebangsaan.
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq menyampaikan, para mahasiswa akan menghadapi masa depan yang ditandai oleh perubahan yang cepat dan kompleks.
Sebagai generasi penerus, mereka dituntut untuk mampu membaca tanda-tanda zaman dan berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan kemasyarakatan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat yang terdampak perubahan akibat perkembangan global.
"Melalui KKN Internasional ini, tunjukkan sumbangsih kemanusiaan Unsoed dalam skala global, sejalan dengan prinsip-prinsip Merdeka, Maju, dan Mendunia!" pesan Rektor.
Elly Tugiyanti, Ketua LPPM, menambahkan, para mahasiswa KKN merupakan duta Unsoed yang telah terpilih berdasarkan motivasi dan kompetensi.
Tema KKN Internasional di Malaysia adalah "From Archipelago to Peninsula: Bridging Communities Through Education".
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama bagi anak-anak di titik-titik komunitas buruh migran, sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.
Agus Haryanto yang juga dosen ahli Politik Luar Negeri Indonesia dari FISIP Unsoed berharap KKN Internasional dapat menjadi jembatan bagi anak-anak Indonesia di manapun berada untuk meraih masa depan yang lebih baik dan cerah.
Adapun KKN di Thailand telah diberangkatkan pekan sebelumnya.
Agus Haryanto mengatakan, pada hari Sabtu, 22 Juli 2023, peserta KKN Internasional di Malaysia telah diberangkatkan dengan didampingi oleh Koordinator Tim KKN Internasional, Ahmad Sabiq.
Ia melaporkan bahwa 24 mahasiswa Unsoed telah ditempatkan di 7 Sanggar Bimbingan (SB), yaitu SB Sentul, SB Sungai Besi, SB Segambut, SB Ampang, SB Gombak Utara, PPWNI Klang, dan SB Rawang. SB tersebut merupakan tempat belajar bagi anak-anak di simpul-simpul komunitas buruh migran Indonesia.
"Penugasan mahasiswa ke sini, sejatinya mengemban tugas konstitusional untuk melindungi segenap bangsa dan mencerdaskan kehidupan mereka," ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini melalui pesan teks dari Malaysia.
Unsoed berharap program KKN Internasional ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan problem kemasyarakatan antar kedua negara sekaligus menjadi langkah maju dalam mencapai cita-cita kebangsaan.