PURWOKERTO.SUARA.COM, WONOGIRI- Musim kemarau menyebabkan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri airnya menyusut. Surutnya waduk itu membuat heboh publik karena dasar waduk yang tadinya terendam air jadi kelihatan.
Siapa sangka waduk yang tadinya penuh genangan air, pemandangannya sangat jauh berubah ketika surut. Anehnya, dasar waduk yang terlihat bukan berupa hamparan tanah atau lumpur seperti umumnya.
Banyak sisa-sisa perkampungan kuno di dasar waduk yang terlihat masih utuh. Di antara yang mencengangkan adalah munculnya makam-makam yang sudah puluhan tahun tenggelam.
Banyak bangunan makam atau kijing yang telah rusak. Namun ada sebagian yang relatif masih utuh.
Bahkan sebagian masih ada nama almarhum atau almarhumah lengkap dengan tanggal dan tahun meninggal.
Munculnya makam di dasar waduk itu melahirkan pemandangan horor. Itu sekaligus mengingatkan bahwa di tempat itu dulu adalah pemukiman atau desa yang tenggelam.
Di antara kijing- kijing yang berserak, ada sebuah bangunan cukup megah yang relatif masih utuh. Belum jelas bangunan apa itu, namun sekilas mirip makam China yang memang biasa dibangun megah oleh ahli warisnya.
Ada pula kijing yang tertulis dengan aksara Jawa serta tahun meninggal 1957.
Selain munculnya makam-makam terdahulu. Di sisi lain, surutnya waduk menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar.
Baca Juga: Fenomena Langka, Pohon Kurma Tumbuh Besar Menaungi Rumah Gus Baha
Lahan dasar waduk yang kering dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam. Surutnya waduk membuka matapencaharian baru bagi warga sehingga bisa bertani berbagai komoditas pangan. Misalnya padi atau jagung.
Saat penghujan datang dan lahan kembali tertutup air, para petani musiman itu merelakan kembali lahan yang telah digarap ke fungsinya semula sebagai waduk.