PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Teknologi digital berkembang pesat. Para pelaku usaha dituntut bergerak cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital sehingga tak tertinggal.
Khususnya bagi entrepreneur muda yang masih minim pengalaman. Mereka harus berani berinvestasi pada kecakapan digital marketing. Dengan begitu, bisnis bisa terus berkembang.
Founder Rumah Digital Sidakangen, Wahyu Pratama mengatakan digital marketing kini menjadi tulang punggung dalam pengembangan bisnis. Semua bidang bisnis nyaris bergantung pada teknologi digital.
"Terus menjaga konsistensi dalam membuat konten. Dan tentu saja jangan pantang menyerah," kata Wahyu Pratama yang aktif berjualan di TikTok.
Wahyu mengatakan hal itu saat menjadi pembicara Pelatihan Digital Marketing di Indraprasta Room Hotel Owabong Purbalingga, Sabtu 30 September 2023.
Pada acara ini, Wahyu membahas trend digital marketing. Trend digital mengalami pergeseran dari marketplace ke social shop.
Pada pelatihan ini juga hadir Founder Youth Agency dan influencer, Yana Fitria. Ia menyampaikan materi tentang live streaming.
Lembaga Pusat Bisnis dan Pelatihan (LPBP) ITBMP menggelar pelatihan tersebut sebagai upaya pendampingan bagi tiga kelompok mahasiswa ITBMP yang menjadi penerima Program Pendampingan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2023 dari Kemendikbud RI.
Tiga kelompok mahasiswa ITBMP Purbalingga yang menerima P2MW 2023 tersebut adalah Gandhi Farm, Kamar Kayu Purbalingga serta Teh Telangtara.
Baca Juga: Berjarak 3,5 Km dari Stasiun Pangandaran, Wisata Ini Sajikan Pantai Pasir Putih yang Eksitis
Live Streaming untuk Jualan Online.
Yana Fitria berbagi tips dan trik public speaking untuk live streaming. "Harus percaya diri dan interaktif dengan penonton live," kata Yana.
Dalam pelatihan ini, peserta mengikuti sesi live streaming untuk berjualan melalui media sosial bersama Yana Fitria yang juga seorang influencer. Peserta antusias belajar promosi di medsos.
Ketua LPBP ITBMP, Aji Priambodo, S.Kom, M.Si berharap pelatihan ini tidak hanya sebatas berlatih penjualan online. Namun, kelompok mahasiswa bisa mempraktikan promosi online secara kontinyu selepas pelatihan.
Pelatihan ini hanyalah awalan. "Dengan skill penjualan online, produk-produk dari mahasiswa ITBMP bisa terus eksis dan berkembang," kata Aji yang menjadi dosen penamping kelompok P2MW.