PURWOKERTO.SUARA.COM – Banyak di antara kita mungkin sudah familiar dengan bahaya konsumsi gula berlebih yang dapat menyebabkan diabetes. Namun, sayangnya, dampak negatifnya tidak berhenti di sana.
Baru-baru ini, penelitian baru telah mengungkapkan potensi bahaya lain yang terkait dengan asupan gula yang tinggi — risiko pengembangan Alzheimer. Penyakit ini merupakan gangguan pada otak yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, mengingat, dan menjalani aktivitas.
Penyakit yang sangat menakutkan, dan informasi terbaru menyoroti kaitan antara gula dan Alzheimer, terutama pada wanita. Menurut studi terbaru yang dilaporkan oleh Healthline pada Minggu, 15 Oktober 2023, ada hubungan antara asupan gula tinggi dengan peningkatan risiko Alzheimer.
Ini ditemukan terutama pada wanita, dimana studi yang melibatkan 37.689 peserta menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi sekitar 10 gram gula per hari (setara dengan sekitar 2,4 sendok teh gula) memiliki peningkatan risiko terbesar.
Namun, yang lebih menarik, laktosa, jenis gula yang biasanya ditemukan dalam produk susu, terkait kuat dengan risiko Alzheimer. Gula darah tinggi, yang sering dikaitkan dengan diabetes, juga terbukti sebagai faktor risiko dalam pengembangan Alzheimer.
Kondisi ini dapat mempromosikan pertumbuhan plak amiloid di otak, yang menjadi salah satu ciri khas Alzheimer. Penemuan ini mengingatkan kita bahwa asupan gula perlu diperhatikan lebih serius. Sementara gula adalah sumber energi penting bagi tubuh, konsumsi berlebihan dapat membawa risiko kesehatan yang serius. Oleh karena itu, penting untuk mengelola konsumsi gula dengan bijak.
Pada masyarakat yang penuh dengan makanan dan minuman manis, kesadaran akan hubungan antara gula dan Alzheimer bisa menjadi langkah pertama dalam menjaga kesehatan otak dan tubuh Manusia.
Kita perlu mempertimbangkan kebiasaan makan kita dan berupaya mengurangi konsumsi gula tambahan yang tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan jantung dan diabetes, tetapi juga pada risiko Alzheimer.
Penting juga untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan yang kompeten untuk mendiskusikan masalah gula dalam diet Anda dan bagaimana Anda dapat membuat pilihan yang lebih sehat.
Baca Juga: Pramuka Banjarnegara Bersiaplah, JOTA JOTI Internasional Siap Dihelat
Jadi, mari kita berkomitmen untuk tidak hanya menjaga kesehatan tubuh kita tetapi juga menjaga kesehatan otak kita dengan mengurangi konsumsi gula berlebih. Dengan begitu, kita dapat mengurangi risiko Alzheimer dan menjalani hidup yang lebih sehat.***