SUARA.COM, BANJARNEGARA- Terik yang menyengat tak menghalangi para mahasiswa KKN untuk menjelajah hutan Desa Majatengah, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara.
Mereka meliputi Monica Evelina, Ghina Afifah, Tyas Nur Ramadhani, Reynold Valentino, Putri Milyani, Hasan Mustafa, dan Khairunnisa Nur Mardani.
Mereka yang rata-rata berasal dari kota tidak takut kulitnya legam.
Mahasiswa yang tergabung dalam KKN Tematik UNDIP 2023 itu bukan sekadar jalan-jalan. Mereka sedang menjalankan misi pengabdian.
Mereka mendapat mandat untuk melakukan pemetaan. Berbekal kertas denah di genggaman, muda-mudi itu menyusuri titik-titik sasaran.
Di sana mereka berharap ada temuan aneka tanaman. Bukan sekadar tanaman. Tumbuhan itu diharapkan bisa mendukung program penyulingan.
Desa Majatengah mendapat program pendampingan dari UNDIP untuk mengembangkan usaha pengolahan pasca panen, khususnya penyulingan kapulaga menjadi minyak atsiri.
Tanaman rempah Kapulaga merupakan komoditas pokok desa itu yang sudah dibudidayakan turun temurun.
Namun tidak cuma kapulaga ternyata yang bisa didestilasi. Aneka tanaman lain pun bisa diekstrak menjadi minyak atsiri.
Baca Juga: Curug Sikopel Banjarnegara, Surga Tersembunyi di Negeri Atas Awan
Karena itu, warga bersama mahasiswa KKN-T UNDIP berusaha menggali potensi tanaman lain di desa itu yang bisa disuling.
Medan yang mereka lalui saat hunting cukup menantang. Bahkan ada titik-titik lahan yang terjal.
Namun perjalanan itu terasa mengasyikkan. Hawa dingin pegunungan membuat keringat susah keluar.
Di lahan petani bernama Simun, mereka menemukan tumbuhan yang sudah mulai jarang ditanam.
Warga menyebutnya Wresah atau Resah. Tanaman yang sekilas mirip Kapulaga, namun beda guna.
Karena penasaran, mereka tak segan mencicipi buah kecil tanaman itu.