Duduk Terlalu Lama Meningkatkan Risiko Demensia: Begini Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Purwokerto Suara.Com
Rabu, 25 Oktober 2023 | 14:34 WIB
Duduk Terlalu Lama Meningkatkan Risiko Demensia: Begini Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi kebiasaan duduk terlalu lama yang berimbas pada kesehatan. ((Foto. Unsplash.com - Annie Spratt))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Apakah kalian bekerja di depan komputer sepanjang hari? Atau apakah lebih suka duduk di depan TV ketika pulang kerja ?

Jika terbiasa dengan perilaku duduk berkepanjangan, kalian mungkin ingin berpikir ulang setelah membaca temuan terbaru yang diterbitkan di Journal of the American Medical Association (JAMA).

Bahkan studi terbaru, telah mengungkapkan hubungan antara duduk terlalu lama dan peningkatan risiko demensia, bahkan jika kalian seorang pecinta olahraga yang rajin hal ini bisa jadi pilihan.

Dikutip dari PMJ News pada Rabu 25 Oktober 2023, berikut ini 5 hal yang bisa dipelajari dari temuan yang diperoleh peneliti di JAMA

1. Duduk Berjam-jam dan Bahayanya

Studi ini melibatkan hampir 50.000 pria dan wanita yang berusia 60 tahun atau lebih. Para peneliti memantau perilaku duduk mereka di tempat kerja dan di rumah.

Hasilnya cukup mencengangkan, semakin lama seseorang duduk setiap hari, semakin besar risiko mereka terkena demensia.

2. Bahkan Olahraga Tidak Cukup

Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa olahraga yang rajin pun mungkin tidak cukup untuk mengimbangi dampak negatif dari duduk berkepanjangan.

Baca Juga: Gunung Slamet Waspada, Lima Kecamatan di Purbalingga Ini Siapkan Jalur Evakuasi

Hal tersebut berarti bahwa bahkan jika Anda berolahraga secara teratur, risiko demensia masih tinggi jika Anda menghabiskan banyak waktu duduk.

3. Mengapa Duduk Berlebihan Berbahaya?

Ada beberapa teori tentang mengapa perilaku duduk berjam-jam dapat berkontribusi pada risiko demensia. Salah satunya adalah bahwa duduk terlalu lama dapat mempengaruhi aliran darah ke otak, yang penting untuk menjaga kesehatan otak.

Selain itu, duduk berkepanjangan juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh, termasuk metabolisme gula, yang telah terkait dengan risiko demensia.

4. Apa yang Dapat Kita Lakukan?

Temuan ini menegaskan pentingnya mengurangi perilaku duduk berjam-jam dalam kehidupan sehari-hari kita. Hal tersebut bisa mencakup berdiri atau berjalan-jalan sebentar setiap jam ketika bekerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI