PURWOKERTO.SUARA.COM – Apakah kalian bekerja di depan komputer sepanjang hari? Atau apakah lebih suka duduk di depan TV ketika pulang kerja ?
Jika terbiasa dengan perilaku duduk berkepanjangan, kalian mungkin ingin berpikir ulang setelah membaca temuan terbaru yang diterbitkan di Journal of the American Medical Association (JAMA).
Bahkan studi terbaru, telah mengungkapkan hubungan antara duduk terlalu lama dan peningkatan risiko demensia, bahkan jika kalian seorang pecinta olahraga yang rajin hal ini bisa jadi pilihan.
Dikutip dari PMJ News pada Rabu 25 Oktober 2023, berikut ini 5 hal yang bisa dipelajari dari temuan yang diperoleh peneliti di JAMA
1. Duduk Berjam-jam dan Bahayanya
Studi ini melibatkan hampir 50.000 pria dan wanita yang berusia 60 tahun atau lebih. Para peneliti memantau perilaku duduk mereka di tempat kerja dan di rumah.
Hasilnya cukup mencengangkan, semakin lama seseorang duduk setiap hari, semakin besar risiko mereka terkena demensia.
2. Bahkan Olahraga Tidak Cukup
Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa olahraga yang rajin pun mungkin tidak cukup untuk mengimbangi dampak negatif dari duduk berkepanjangan.
Baca Juga: Gunung Slamet Waspada, Lima Kecamatan di Purbalingga Ini Siapkan Jalur Evakuasi
Hal tersebut berarti bahwa bahkan jika Anda berolahraga secara teratur, risiko demensia masih tinggi jika Anda menghabiskan banyak waktu duduk.
3. Mengapa Duduk Berlebihan Berbahaya?
Ada beberapa teori tentang mengapa perilaku duduk berjam-jam dapat berkontribusi pada risiko demensia. Salah satunya adalah bahwa duduk terlalu lama dapat mempengaruhi aliran darah ke otak, yang penting untuk menjaga kesehatan otak.
Selain itu, duduk berkepanjangan juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh, termasuk metabolisme gula, yang telah terkait dengan risiko demensia.
4. Apa yang Dapat Kita Lakukan?
Temuan ini menegaskan pentingnya mengurangi perilaku duduk berjam-jam dalam kehidupan sehari-hari kita. Hal tersebut bisa mencakup berdiri atau berjalan-jalan sebentar setiap jam ketika bekerja.