Kemuliaan bulan Ramadan adalah berpuasa. Dimana amalan ibadah orang yang berpuasa akan dilipatgandakan, dengan hitungan satu kebaikan akan dibalas 10 hingga 700 kali lipat. Sebab itu, merugilah bagi orang yang tidak berpuasa.
Ibadah puasa seharian, tentu saja berbuka puasa adalah suatu hal yang ditunggu. Bahkan, menyegerakan berbuka puasa, termasuk salah satu ibadah (sunah) di bulan Ramadan.
Hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah juga telah dijelaskan seperti berikut;
: “ :
Artinya; “Sesungguhnya orang yang paling Aku cintai di antara hamba-hamba-Ku ialah orang yang paling segera berbuka,”.
Bahkan, menyegerakan berbuka puasa juga merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana hadis berikuti ini;
Dari Anas RA berkata, bahwa Rasulullah SAW berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum salat. Bila tidak ada, maka dengan kurma. Bila tidak ada maka dengan minum air. (HR Abu Daud, Hakim dan Tirmidzi).
Jadi, jika sudah masuk waktu berbuka puasa, jangan lagi menunggu terlalu lama, atau mementingkan kegiatan lain terlebih dahulu.
Dalam berbuka puasa, juga ada adabnya yang diajarkan Rasullulah Muhammad SAW. Dikutip dari Suara.com, antara lain,
1. Perbanyak Doa
Adab berbuka puasa ajaran Rasulullah dan diriwayatkan dalam al-Baihaqi 3/345 adalah memperbanyak doa. Tidak boleh lupa membaca doa berbuka puasa, dan dianjurkan membaca doa-doa lainnya seperti doa orang tua kepada anaknya, doa anak untuk orang tuanya, dan memanjatkan doa untuk orang-orang yang sedang safar atau menjadi musafir. Bacalah doa berbuka puasa berikut sebelum membaca doa-doa lainnya.
Bunyi doa berbuka puasa adalah sebagai berikut:
Allahumma Laka Sumtu Wa’Ala Rizqika Afthortu
Artinya: Ya Allah untukmulah aku berpuasa dan atas rezkimu aku berbuka.
2. Membaca basmalah sebelum makan
Adab berbuka puasa selanjutnya adalah membaca basmalah sebelum makan. Walaupun sebenarnya membaca basmalah sebelum makan dianjurkan tidak hanya selama bulan ramadhan saja, namun harus sudah sudah menjadi kebiasaan kehidupan sehari-hari. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)".
3. Membaca doa setelah membatalkan puasa
Setelah membatalkan puasa, dianjurkan juga untuk membaca doa setelah membatalkan puasa. Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam apabila telah berbuka puasa, beliau berdoa : “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”
4. Membatalkan puasa dengan Ruthod, Tamr, atau air mineral
Dianjurkan sesuai dengan adab berbuka puasa Rasulullah SAW, untuk berbuka puasa sebaiknya memakan tiga jenis makanan berikut:
- Ruthod yang merupakan kurma berwarna cokelat muda dan masih basah
- Tamr yang merupakan kurma matang dan sudah kering
- Minum air mineral yang menyegarkan
Jika tidak memiliki Ruthod dan Tamr, maka pilihan ketiga yaitu air adalah yang terbaik sesuai anjuran Rasulullah SAW untuk membatalkan puasa.
Maka itu, sudah sangat jelas, Allah SWT dan Rasulullah SAW mencintai orang-orang yang menyegerakan berbuka puasa. Nah, dalam kalender Ramadan, soal jadwal berbuka itu pun ada. Tinggal menyesuaikan lokasi saja.
Untuk warga Kota Padang, berikut Imsakiyah Ramadan dan koreksi waktunya untuk sejumlah daerah lain di Sumbar dan sekitarnya hari ini, Sabtu (23/4/2022):
Imsak: 04.48 WIB
Subuh: 04.58 WIB
Zuhur: 12.20 WIB
Ashar: 15.38 WIB
Magrib: 18.23 WIB
Isya: 19.32 WIB
Koreksi Waktu
Air Bangis: +4 menit
Alahan Panjang: -1 menit
Balai Selasa: -1 menit
Bangkinang: -2 menit
Batusangkar: -1 menit
Kota Nopan: +3 menit
Lubuk Basung: +1 menit
Muara Labuh: -1 menit
Painan: -1 menit
Panti: +1 menit
Pariaman: +1 menit
Pangkalan Koto Baru: -1 menit
Payakumbuh: -1 menit
Sasak: +2 menit
Sawahlunto: -1 menit
Sijunjung: -2 menit
Sikakap: +1 menit
Solok: -1 menit
Sungai Limau: +1 menit
Sungai Penuh: -4 menit
Talu: +1 menit
Tapan: -2 menit
(Zul)