Kondisi Langka yang Bikin Penglihatannya Kerap Terganggu, Ruben Onsu Idap Empty Sella Syndrome, Apa Itu?

Ranah

Kamis, 21 Juli 2022 | 15:41 WIB
Kondisi Langka yang Bikin Penglihatannya Kerap Terganggu, Ruben Onsu Idap Empty Sella Syndrome, Apa Itu?
Ruben Onsu. (Instagram @ruben_onsu)

RanahSuara.id - Presenter Ruben Onsu cukup lama dikabarkan sedang menjalani pengobatan. Sejak dikabarkan sedang sakit, belum ada yang benar-benar mengetahui apa penyakit yang dialaminya.

Baru-baru ini pun kabar terkait kondisi kesehatan suami Sarwendah tersebut mulai terungkap.

Ruben Onsu mengatakan lewat pemeriksaan MRI diketahui bahwa ada bercak putih pada bagian otak dan mengalami Empty Sella Syndrome.

Ruben Onsu sempat memberi tahu kondisinya pada rekan kerja sekaligus sahabatnya, Irfan Hakim.

Kala itu mereka berdua ada dalam acara yang sama. Ayah tiga anak ini meminta maaf karena tidak bisa berada pada suhu dingin.

"Gue bisa enggak ngeh, matanya jadi kayak buram kalau sudah terkena suhu dingin, kabur. Aku sudah kayak enggak bisa bergerak gitu badannya," ujar Ruben Onsu di kanal YouTube Trans7 Official seperti dikutip Suara.com pada Kamis (21/7/2022).

Ruben Onsu menambahkan, Empty Sella Syndrome memiliki beberapa tingkatan. Efeknya seperti tidak kuat dalam suhu dingin dan mempengaruhi penglihatan sehingga harus terus-menerus ditetesi obat mata.

"Aku bilang, sorry ya kenapa gue enggak bisa dalam suhu yang gini karena kalau gue udah kena dingin itu gue langsung drop badannya," beber Ruben Onsu.

"Kenapa kayak gitu? Kemarin ini aku sudah MRI, jadi ada salah satu juga bercak-bercak putih di bagian otak, dan yang kedua juga ada Empty Sella Syndrome," tambahnya.

baca juga

Dalam kesempatan yang sama, Irfan Hakim mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu, Ruben Onsu pernah memintanya memegang kedua tangan yakni kanan dan kiri.

Namun suhu kedua tangan tersebut ternyata berbeda. Irfan Hakim juga menjelaskan, terkadang saat syuting Ruben Onsu seringkali ingin pingsan.

Biasanya ditandai dengan dirinya yang tiba-tiba memegang tangan rekannya sebagai signal bahwa badannya sudah mulai kaku.

"Ruben pernah panggil gue, suruh pegang dua tangannya. Tahu enggak? Kiri sama kanan suhunya beda. Jadi dia beda, gini beda kan suhunya. Kadang kalau lagi di panggung, dia tiba-tiba megang tangan kita karena dia mau jatuh, dia sudah kaku, dia sudah lemas. Penonton enggak ada yang tahu," terang Irfan Hakim.

Banyak warganet yang berkomentar pada kanal YouTube Trans7 Official dan mendoakan agar Ruben Onsu bisa sembuh dan sehat kembali.

Diketahui, Empty Sella Syndrome (ESS) seperti yang dialami Ruben Onsu mungkin istilah yang masih asing di telinga masyarakat.

Mengutip WebMD, ESS merupakan kondisi langka yang menyebabkan adanya gangguan pada sella tursika, sebuah celah kecil pada tulang di dasar otak yang dapat menahan dan melindungi kelenjar pituitari.

Menurut Cleveland Clinic, ESS begitu jarang terjadi. Beberapa peneliti memperkirakan bahwa terdapat kurang dari satu persen pasien yang pernah mengalami ESS dengan gejala.

Sedangkan dengan gejala terdapat sekitar delapan sampai 35 persen dari populasi yang mengalami.

Dalam beberapa pasien, sella tursika terbentuk sedemikian rupa dan cairan di tulang belakang dapat bocor ke dalamnya.

Penumpukan cairan tersebut kemudian menekan kelenjar pituitari sehingga sella tursika pasiennya akan kosong.

Kondisi tersebut disebut dengan ESS primer. Sedangkan jenis lainnya yakni ESS sekunder, kelenjar pituitari bisa berada dalam kondisi yang rata atau kecil karena riwayat pasien yang pernah menjalani operasi atau radiasi untuk tumor atau cedera di kepala yang serius.

ESS sendiri kebanyakan tidak memiliki tanda-tanda. Itulah mengapa para pasien seringkali tidak merasakan apapun sebelumnya dan bisa merasa sehat-sehat saja.

Empty Sella Syndrome (ESS) merupakan gangguan yang melibatkan sella tursika, struktur tulang di dasar otak yang mengelilingi dan melindungi kelenjar pituitari (yang berada di dasar otak).

Berdasarkan laman National Insttute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) Empty Sella Syndrome terbagi menjadi dua, yakni primer dan sekunder.

ESS primer terjadi ketika cacat anatomi kecil di atas kelenjar pituitari, memungkinkan cairan tulang belakang mengisi sebagian atau seluruh sella tursika.

ESS sekunder adalah hasil dari kemunduran kelenjar pituitari di dalam rongga setelah cedera, pembedahan, atau terapi radiasi.

Kondisi ini sangat langka, dan gejalanya bisa bervariasi pada masing-masing penderita. Dalam kebanyakan kasus, terutama pada penderita Empty Sella Syndrome primer, tidak ada gejala terkait atau asimptomatik.

Seringkali, sindrom sella kosong ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan CT atau MRI ketika pasien sedang diperiksa karena kondisi lain. (Kelly Putri S/Mg1)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kadar Hemoglobin Ruben Onsu Sangat Rendah sebelum Dilarikan ke ICU, Apa Penyebabnya?

Kadar Hemoglobin Ruben Onsu Sangat Rendah sebelum Dilarikan ke ICU, Apa Penyebabnya?

Health | Kamis, 21 Juli 2022 | 15:26 WIB

Apa Itu Penyakit Lesi Otak yang Dialami Ruben Onsu? Kenali Gejala dan Cara Pengobatannya

Apa Itu Penyakit Lesi Otak yang Dialami Ruben Onsu? Kenali Gejala dan Cara Pengobatannya

Health | Kamis, 21 Juli 2022 | 14:06 WIB

Diderita Ruben Onsu, Kenali Gejala Empty Sella Syndrome yang Salah Satunya Impotensi

Diderita Ruben Onsu, Kenali Gejala Empty Sella Syndrome yang Salah Satunya Impotensi

Health | Kamis, 21 Juli 2022 | 13:50 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD

Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 23:42 WIB

Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra

Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:54 WIB

Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik

Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:05 WIB

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Video | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

×