Apa Itu Penyakit Lesi Otak yang Dialami Ruben Onsu? Kenali Gejala dan Cara Pengobatannya

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Kamis, 21 Juli 2022 | 14:06 WIB
Apa Itu Penyakit Lesi Otak yang Dialami Ruben Onsu? Kenali Gejala dan Cara Pengobatannya
Ruben Onsu (Instagram/@ruben_onsu)

Suara.com - Ruben Onsu baru saja menceritakan tentang penyakit lesi otak yang dideritanya. Penyakit itu membuat Ruben tak bisa berada di dalam ruangan bersuhu dingin untuk waktu yang lama.

Dijelaskan Ruben sendiri, kondisinya akan semakin menurun apabila suhu di studio terlalu dingin. Kondisi tersebut juga membuat Ruben membutuhkan lebih banyak darah sehingga harus menerima donor. Lantas apa itu penyakit Lesi Otak yang dialami Ruben Onsu? Simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal Penyakit Lesi Otak

Lesi otak merupakan kelainan yang terlihat pada tes pencitraan otak seperti MRI atau computerized tomography (CT). Pada pemindahan CT atau MRI, lesi otak muncul sebagai bintik gelap atau terang yang tidak terlihat seperti jaringan otak normal.

Penyakit lesi otak pada umumnya merupakan temuan insidental, artinya tidak terkait dengan gejala yang mengarah pada tes pencitraan. Lesi otak kemungkinan melibatkan area kecil hingga besar di otak dan tingkat keparahan kondisi yang mendasarinya dari yang relatif kecil hingga mengancam jiwa.

Gejala Penyakit Lesi Otak

Gejala penyakit otak bervariasi tergantung jenis, lokasi dan ukuran lesi. Beberapa gejala umum dari lesi otak meliputi:

  • Leher kaku
  • Sakit kepala
  • Mual, muntah, dan nafsu makan berkurang
  • Sakit mata atau penglihatan berkurang
  • Perubahan suasana hati, kepribadian, perilaku, konsentrasi, dan kemampuan mental
  • Kebingungan
  • Kejang
  • Demam
  • Kesulitan untuk bergerak

Penyebab Lesi Otak

Sementara itu lesi otak dapat disebabkan oleh cedera, infeksi, paparan bahan kimia tertentu, masalah dengan sistem kekebalan tubuh serta lainnya. Namun demikian, biasanya penyebab lesi otak tidak diketahui. Lesi otak dapat disebabkan oleh banyak pemicu berbeda misalnya:

  • Penuaan
  • Riwayat keluarga dengan lesi otak
  • Kondisi pembuluh darah seperti stroke, tekanan darah tinggi, dan aneurisma arteri serebral
  • Trauma pada otak yang dapat menyebabkan pendarahan internal- Infeksi, kuman atau bakteri berbahaya di otak
  • Tumor yang dimulai di otak atau menyebar melalui pembuluh darah atau limfatik
  • Penyakit autoimun, seperti lupus dan multiple sclerosis. Penyebab ini terjadi ketika antibodi tubuh mulai menyerang jaringan tubuh sendiri, seperti jaringan pada otak
  • Plak atau kelebihan protein abnormal yang menumpuk di jaringan otak atau di pembuluh darah memperlambat suplai darah ke otak, seperti yang terlihat pada arteri yang tersumbat
  • Paparan radiasi atau bahan kimia tertentu yang bisa meningkatkan kemungkinan tumor dan lesi di otak
  • Racun, seperti alkohol atau asap rokok dalam jumlah berlebihan
  • Pola makan yang buruk

Pengobatan Lesi Otak

Pengobatan dilakukan untuk memberikan penyembuhan, meredakan gejala atau meningkatkan kualitas atau panjang hidup. Untuk mengobati lesi otak dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

Jika lesi tidak menimbulkan masalah dan tidak berkembang, kalian mungkin hanya perlu pemeriksaan berkala.

  • Operasi pengangkatan lesi, jika memungkinkan dilakukan teknik bedah baru untuk menghilangkan bahkan lesi yang sulit dijangkau.
  • Kemoterapi dan terapi radiasi untuk lesi yang bersifat kanker
  • Antibiotik atau obat antimikroba lainnya
  • Obat untuk menenangkan sistem kekebalan tubuh, atau sebaliknya mengubah respons sistem kekebalan tubuh
  • Obat atau terapi lain untuk meredakan gejala yang berhubungan dengan lesi otak

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diderita Ruben Onsu, Kenali Gejala Empty Sella Syndrome yang Salah Satunya Impotensi

Diderita Ruben Onsu, Kenali Gejala Empty Sella Syndrome yang Salah Satunya Impotensi

Health | Kamis, 21 Juli 2022 | 13:50 WIB

Mengenal Empty Sella Syndrome, Penyakit yang Diidap Ruben Onsu Hingga Dilarikan ke ICU

Mengenal Empty Sella Syndrome, Penyakit yang Diidap Ruben Onsu Hingga Dilarikan ke ICU

Health | Kamis, 21 Juli 2022 | 12:07 WIB

5 Fakta Ruben Onsu Diruwat, Temukan 6 Mahluk Halus dalam Tubuhnya!

5 Fakta Ruben Onsu Diruwat, Temukan 6 Mahluk Halus dalam Tubuhnya!

| Kamis, 21 Juli 2022 | 11:10 WIB

Bila Meninggal, Ruben Onsu Pastikan Betrand Peto Tak Hidup Terlantar

Bila Meninggal, Ruben Onsu Pastikan Betrand Peto Tak Hidup Terlantar

Entertainment | Kamis, 21 Juli 2022 | 11:09 WIB

Singgung Kematian, Ruben Onsu Ungkap Tabungan Betrand Peto

Singgung Kematian, Ruben Onsu Ungkap Tabungan Betrand Peto

Sumbar | Kamis, 21 Juli 2022 | 10:59 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB