Dampak Perubahan Iklim Mempengaruhi Produksi Hasil Pertanian

Ranah

Selasa, 28 Februari 2023 | 10:55 WIB
Dampak Perubahan Iklim Mempengaruhi Produksi Hasil Pertanian
Sawah mengering. Foto: (Kementerian) Pertanian.go.id

Ranah.co.id - Perubahan Iklim merupakan suatu fenomena yang ditandai dengan berubahnya pola iklim dunia yang mengakibatkan adanya perubahan cuaca tidak menentu dan memberikan dampak terhadap  aktivitas kehidupan manusia, hewan dan tanaman. Munculnya fenomena El Nino yang sangat kuat  dan terjadi sebanyak tujuh kali sepanjang 20 tahun terakhir disertai dengan fenomena Lanina yang hampir terjadi secara bersamaan yang mengakibatkan terjadinya kekeringan yang cukup serius.

Adanya peningkatan emisi dan konsentrasi dari gas rumah kaca (GRK) mengakibatkan terjadinya pemanasan global, diikuti dengan kenaikan tinggi permukaan air laut akibat pemuaian dan pencairan es di daerah kutub. Naiknya tinggi permukaan air laut akan meningkatkan energi yang tersimpan didalam atmosfer, sehingga mendorong terjadinya perubahan iklim, antara lain El Nino dan La Nina.

Fenomena El Nino dan La Nina sangat berpengaruh terhadap kondisi cuaca dan iklim di wilayah geografis kepulauan Indonesia.

Sektor pertanian adalah sektor yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim karena memberi pengaruh terhadap pola tanam, waktu tanam, indeks pertanaman, produksi dan kualitas hasil pertanian. Data menunjukkan bahwa perubahan iklim berupa pemanasan global dapat menurunkan produksi pertanian antara 5 - 20% (Suberjo, 2009).

Perubahan iklim antara lain menyebabkan kekeringan dan banjir, yang berdampak terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.  Hal ini terjadi mempengaruhi terhadap pola dan waktu tanam serta indeks dan intensitas pertanaman (IP).  Ketiga komponen agronomis tersebut saling berkaitan dengan perubahan jumlah dan pola curah hujan (ketersediaan air), pergeseran musim (maju mundur dan lamanya musim hujan dan musim kemarau). Menurut petani perubahan iklim menyebabkan semakin panjang nya musim kemarau.

Musim kemarau cenderung tiba pada bulan Juni hingga November. Pergeseran musim memberikan dampak terhadap peningkatan risiko gagal panen, kerusakan hasil panen, dan penurunan kualitas panen.

Indonesia, adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang paling menderita dampak dari adanya perubahan iklim terutama kekeringan dan banjir, karena fenomena ini dapat menurunkan produksi pangan dan kapasitas produksi. Produk Domestik Bruto, PDB Indonesia, 15% merupakan sumbangan dari sektor pertanian dan  41% dari angkatan kerja sangat bergantung dari sektor pertanian.

Kekeringan dan banjir berdampak terhadap jumlah produksi melalui luas areal panen, serangan OPT, pertumbuhan dan produktivitas tanaman.  El-Nino dan kekeringan memberikan dampak lebih dominan terhadap penurunan luas areal panen seluruh komoditas dibanding dengan penurunan produtivitas. Variabilitas dan perubahan iklim dengan segala dampaknya berpotensi menyebabkan kehilangan produksi tanaman pangan, 20.6% untuk padi, 13.6% jagung, dan 12.4% kedelai (Handoko et al. 2008).

Kejadian banjir dan kekeringan dapat mengganggu tanaman pada setiap fase pertumbuhan mulai dari dari persemaian hingga panen. Gangguan tanam bisa berupa gagal tanam setelah semai, tanaman rusak karena banjir, atau puso.  

baca juga

Selain daripada itu adanya peningkatan intensitas banjir secara tidak langsung akan mempengaruhi produksi karena meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman. Adanya resiko dari dampak perubahan iklim perlu diantisipasi dengan upaya memanfaatkan iklim sebagai peluang diversifikasi, peningkatan kualitas produk, minimalisasi resiko gagal tanam dan gagal panen.

*Rahmi Awalina – Dosen Fateta Unand dan Penggiat Lingkungan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ajang F1H2O di Sumut Tingkatkan Peran Pelaku Bisnis Lokal untuk Dorong Percepatan Ekonomi Nasional

Ajang F1H2O di Sumut Tingkatkan Peran Pelaku Bisnis Lokal untuk Dorong Percepatan Ekonomi Nasional

Bisnis | Selasa, 28 Februari 2023 | 10:52 WIB

Pertanian Berkelanjutan dan Biosistem, Solusi Ketahanan Pangan Selepas Pandemi

Pertanian Berkelanjutan dan Biosistem, Solusi Ketahanan Pangan Selepas Pandemi

Ranah | Kamis, 24 November 2022 | 23:41 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×