Ranah.co.id - Kedekatan antara mantan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa dan Anita Cepu alias Linda Pujiastuti beda pengakuan.
Anita Cepu mengaku kenal Teddy sejak 2013, saat ia menjadi Guest Relation Officer (GRO) di Hotel Classic Jakarta.
Sementara, pengakuan Teddy Minahasa, ia kenal Anita Cepu sejak tahun 2005 di tempat Spa di daerah Pecenongan, Jakarta Pusat.
Hal itu diungkapkan Teddy saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa lain, yakni Linda dan AKPB Dody Prawiranegara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (1/3/2023).
Pengakuan tersebut bermula saat Hakim Ketua, Jon Sarman Saragih menanyakan terkait hubungan Teddy dengan AKBP Dody dan Linda kepada Teddy.
Dalam sidang, Teddy yang mengenakan kemeja batik lengan panjang bermotif wayang tersebut mengungkapkan, mengenal Dody sebagai bekas anak buahnya saat berdinas di Polda Sumatra Barat.
Saat itu, Dody sebagai Kapolres Bukittinggi, sementara Teddy Kapolda Sumbar. "Ketika itu saudara Kapolda, Dody sebagai apa?" tanya Hakim Jon kepada Teddy di persidangan.
"Kapolres Bukittinggi lalu mutasi ke Kepala Biro Pengadaan dan Logistik Polda Sumbar," jawab Teddy.
Jon Saragih lantas mengajukan pertanyaan lanjutan, bagaimana ia bisa mengenal Linda alias Anita Cepu.
Baca Juga: Rocky Resmi Hengkang dari ASTRO, Begini Reaksi Knetz: Sudah Kami Duga!
Teddy menyebut, jika ia sudah mengenal Linda sejak 2005, saat itu perkenalan mereka berawal dari tempat spa.
"Sekitar tahun 2005 atau 2006, saat saya kuliah di Universitas Indonesia (UI) saya dan temen-temen saya sering kalau selesai kuliah itu sauna atau spa di Hotel Classic, Pecenongan. Bertemu sama Linda sebagai resepsionis di tempat spa itu," ucap Teddy.
Setahun berselang, Teddy mengaku juga berkenalan dengan suami Linda. Perkenalan itu berlandaskan bisnis barang-barang antik.
"2007 tidak ada komunikasi saya sespim dan tour of area, sampai 2019 saudara Anita (Linda) kembali menghubungi saya untuk urusan informasi penyelundupan narkotika. Kemudian 2019 bulan Oktober itu karena informasinya tidak valid tidak ada komunikasi lagi," ungkap Teddy.
Lalu, tahun 2022, kata Teddy, Linda kembali menghubunginya terkait penjualan pusaka di Brunei Darussalam.
"Yang bersangkutan masih ingin menawarkan projek penjualan pusaka ke Raja Brunei Darusalam," katanya.