Ranah.co.id - Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) Fateta Universitas Andalas (Unand) bersinergi dengan PT. Mitra Kerinci mengadakan seminar ilmiah dengan tema Sehat Bersama Teh Hijau, digelar di Gedung PKM Lt. 1 Universitas Andalas, kemarin.
Seminar ilmiah ini menghadirkan Khandra Fahmy dari Dosen TPB Unand, Guru Besar Unand Rizanda Machmud dan Komisaris PT. Mitra Kerinci sekaligus Founder Sila Tea Iriana Ekasari.
Sebagaimana diketahui, masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan yang namanya teh. Budaya minum teh seakan menjadi agenda wajib yang dilakukan setiap pagi bagi setiap orang sebelum memulai aktivitasnya.
Tapi apakah semua orang paham teh yang dikonsumsi setiap pagi bisa mendatangkan manfaat bagi kesehatannya atau tidak?. Mungkin jawabannya tidak semua orang paham akan hal itu.
Seminar dibuka langsung oleh Dekan Fateta Alfi Asben dengan moderator Fadli Irsyad. Alfi Asben menyampaikan kegiatan ini bagian dari kegiatan lustrum ke 3 Fateta.
"Harapan Fateta bisa bekerjasama dalam penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh dosen, magang mahasiswa atau PKL. Sehingga mahasiswa akan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan lapangan," ujarnya.
Khandra Fahmy dalam pemaparannya yang berjudul proses pengeringan dan mutu teh hijau menjelaskan ada empat tahapan yang dilakukan dalam pengelahan teh hijau yakni pelayuan, penggulungan , pengeringan 1 dan engeringan 2. Kemudian teh hijau mengandung kandungan berupa Antrakuinon, Tani, Total Fenol dan Antioksidan.
Diakhir penyajian Khandra Fahmy menyampaikan asap yang ditimbulkan oleh bahan bakar kayu pada proses pengeringan teh hijau berpengaruh nyata terhadap kandungan polifenol dan aktivitas antioksidan daun teh hijau.
Semakin tinggi konsentrasi asap maka kadungan polifenol dan aktivitas antioksidan semakin menurun atau berkurang. Akan tetapi pengaruh asap dapat memberikan cita rasa dan aroma yang khas pada teh hijau.
Baca Juga: Film Horor Berpotensi Menjadi Produk Khas Indonesia yang Mendunia
Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Rizanda juga memaparkan materi dengan topik manfaat teh dari aspek kesehatan. Rizanda menuturkan bahwa teh merupakan minuman populer sekaligus obat tradisional bagi masyarakat China dan Jepang selama ribuan tahun.
Dan sekarang, teh sudah menjadi minuman favorit bagi banyak orang di seluruh dunia. Teh adalah minuman yang mengandung kafeina, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas.
Adapun manfaat teh bagi kesehatan diantaranya melawan radikal bebas, menurunkan resiko beberapa jensi kanker, membantu menurunkan berat badan, membuat kulit lebih sehat, menurunkan risiko penyakit Alzheimer, menurunkan resiko diabetes, menurunkan kadar kolesterol dan banyak lagi manfaat yang bisa didapatkan ketika seseorang mengkonsumsi minuman teh.
Diharapkan juga teh bisa dikonsumsi tanpa gula atau bagi yang suka manis, cukup sedikit menambahkan gula pada minuman tehnya.
Dan pemaparan terakhir disampaikan komisaris dari OPT Mitra Kerinci Iriana Ekasari. Iriana menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Departemen TPB yang sudah bersedia berkolaborasi kegiatan seminar dengan PT. Mitra Kerinci dengan harapan kegiatan serupa dapat berlanjut di tahun mendatang.
Dalam penjelasannya, Iriana menuturkan banyak kandungan nutrisi pada teh yang dibutuhkan oleh tubuh. Rasa dan aroma yang dihasilkan akan berbeda dari setiap produksinya baik yang dihasilkan antara green tea dan black tea. Ada dua value yang bisa didapatkan dari menanan teh.