Pertama adalah menjaga kelestarian alam, terutama teh yang ditanam dari biji pada zaman belanda. Akarnya bisa sampai kedalaman 3 meter, karna akar teh sifatnya mencekram tanah. Kerapatan polulasi teh perhektar dibuat rapat, dalam 1 ha luasan kebun bisa mencapai 12000 -13000 ribu pohon, bahkan masih ada sekitar 500 ha tanaman teh yang ditanam sejam tahun 1920.
Kenapa jarang perkebunan teh mengalami longsor? Hal ini dikarenakan teh sifatnya mencekram tanah, mempunyai tajuk yang rapat bertaut sehingga butir hujan tidak langsung memecah partikel tanah akibatnya letika air hujan datang jatuhnya ke ujung daun teh.
Nilai kedua adalah dari segi kesehatan, teh mendatangkan nilai sehat. Setiap orang yang rajin mengkonsumsi teh , kesehatannya akan slalu terjaga. Itulah kenapa teh mampu merawat alam, dan memberikan manfaat sehat bagi setiap orang yang mengkonsumsinya.
Disitu nilai tertinggi yang didapatkan. Diakhir pemarapannya Iriana menyampaikan bahwa perkebunan teh merupakan perkebunan agroindusri yang mampu menjaga konservasi alam dengan baik dan merawat ekosistem.
Kegiatan seminar ilmiah juga didemontrasikan cara menyeduh teh yang baik oleh Iriana, sehingga setiap orang yang akan meminum teh akan merasakan nikmat yang didapatkan. Diakhir kegiatan seminar, panitia membagikan doorprise kepada para mahasiwa dan dosen yang berhasil membuat pantun bertemakan teh hijau sehat
Manager Marketing dan Penjualan PT. Mitra Kerinci Boy Risnal menuturkan kegiatan, ini sebenarnya bagian dari edukasi kepada masyarakat khususnya masyarakat Kota Padang menyampaikan akan keunggulan dan manfaat dari mengkonsumsi teh hijau .
"Kegiatan kolaborasi dengan fateta ini adalah bagian kontribusi kepada almamater dengan adanya dukungan dari PT. Mitra Kerinci," ujar Boy yang juga alumni jurusan Teknologi Pertanian tahun 2000 ini.
Ia menjelaskan, masyarakat terkenal mengkonsumsi teh. Teh yang dikonsumsi adalah teh great paling bawah bukan teh dengan great paling atas apalagi spesial tea.
Boy menambahkan, perusahaan sudah mengemas konsep agar teh hijau yang di cap mahal bisa menjadi terjangkau oleh masyarakat, teh hijau yang spesial diperuntukkan untuk ekspor tapi sekarang bagaimana perusahaan sudah bisa memasarkan dengan harga yang terjangkau mulai dari harga Rp.35.000 agar bisa dikonsumsi masyarakat.
Baca Juga: Film Horor Berpotensi Menjadi Produk Khas Indonesia yang Mendunia
"Menyayangkan sekali teh terbaik dengan kualitas bagus , dihasilkan dari negeri sendiri Sumatera Barat tapi masyarakatnya sendiri tidak mampu menikmati hasil tersebut. Artinya terlalu dini kita menilai masyarakat Sumatera Barat tidak mampu membeli teh hijau dengan kualitas terbaik padahal mereka tidak mempermasalahkan harga , makanya harga di press oleh perusahaan agar the bisa dinikmati semua orang, itu saya rasa harga yang pantas," tandas Boy.