Ranah.co.id - Pemutaran perdana film Buya Hamka di Studio II Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2023), dihadiri langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin.
Dalam pemutaran perdana film Buya Hamka ini, Ma'ruf Amin didampingi sang istri, Hj. Wury Ma’ruf Amin.
Usai menyaksikan film besutan Sutradara Fajar Bustomi itu, Ma'ruf Amin mengatakan bahwa Buya Hamka merupakan seorang tokoh ulama yang patut untuk diteladani dan memiliki keahlian yang lengkap.
“Saya kira (Buya Hamka), seorang tokoh yang patut kita jadikan teladan, baik sebagai tokoh ulama maupun sebagai seorang pejuang bangsa, juga sebagai sastrawan yang banyak menulis buku-buku roman,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (22/3/2023).
Ma'ruf Amin mengapresiasi selain jalan cerita filmnya, juga para pemainnya dapat memerankan karakter masing-masing tokoh dengan sangat baik.
“Menurut saya jalan cerita dan juga pemain-pemainnya sangat bagus, bisa menggambarkan dan memberikan inspirasi bagi kita semua,” bebernya.
Ma'ruf Amin juga mengatakan bahwa pembuatan film Buya Hamka ini saat dirinya masih menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Pembicaraan-pembicaraan tentang pembuatan film ini, ketika itu saya (masih) menjadi Ketua Umum MUI dan sering berdiskusi tentang rencana pembuatan film ini tahun 2015,” tuturnya.
Ma'ruf Amin mengimbau kepada masyarakat, khususnya bagi generasi muda untuk menonton film Buya Hamka yang menurutnya sangat menarik dan inspiratif.
Baca Juga: Simak, Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1444 Hijriah Kota Lubuklinggau
“Anjuran saya supaya masyarakat menonton film ini. Karena banyak pelajaran dan hal-hal yang bisa dijadikan teladan, serta memberi inspirasi kepada kita semua, terutama bagi kalangan muda,” harapnya.
“Nontonlah, bagaimana seorang Hamka sejak muda berjuang untuk agama, bangsa dan negara,” ucapnya.
Sebelumnya, produser film Buya Hamka, Chand Parwez Servia dalam paparannya menyebutkan bahwa dirinya sangat mengagumi sosok Buya Hamka sebagai seorang kiai dan sastrawan nasionalis. Sehingga, ketika ditawari membuat film Buya Hamka, ia tidak berpikir panjang untuk menerimanya.
“Saya ingin cerita sedikit, jadi pada tahun 2014 Ketua MUI-nya masih Bang Din Syamsuddin, saya ditawarkan apakah berminat untuk membuat film Buya Hamka. Singkat kata, tahun 2014 kami (langsung) memulai proses pembuatan filmnya,” ujarnya.
Parwez mengatakan, proses pembuatan film Buya Hamka sangat panjang. Sebab, karena selain ingin menyajikan film yang sempurna, juga terhalang pandemi Covid-19.
“Kita menyadari bahwa kisah ini harus disajikan dengan sempurna,” terangnya.