"Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia." (HR Tirmidzi dan al-Baihaqi)
Akhlak yang baik akan menciptakan rumah tangga yang penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan.
4. Memiliki Emosi yang Stabil
Suami idaman dalam Islam juga harus memiliki kestabilan emosi. Seorang laki-laki yang memiliki kontrol emosi yang baik tidak mudah marah, tidak bersikap kasar, dan mampu menyelesaikan konflik rumah tangga dengan kepala dingin.
Imam Hasan al-Bashri pernah berkata:
"Nikahkanlah putrimu dengan seseorang yang bertakwa kepada Allah. Jika ia mencintainya, ia akan memuliakannya. Jika ia membencinya, ia tidak akan menzaliminya."
Dari sini, jelas bahwa ketakwaan seseorang akan membentuk kestabilan emosinya, sehingga ia tidak akan berbuat zalim kepada istrinya.
5. Bertanggung Jawab
Tanggung jawab adalah salah satu sifat utama suami idaman dalam Islam. Seorang laki-laki harus siap menanggung beban sebagai kepala rumah tangga, baik dalam aspek ekonomi, emosional, maupun spiritual.
Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR Bukhari dan Muslim)
Seorang suami yang bertanggung jawab akan selalu berusaha mencukupi kebutuhan keluarganya serta menjaga keharmonisan dalam rumah tangga.
6. Menyayangi dan Menghormati Istri
Dalam Islam, suami dan istri memiliki hak dan kewajiban yang harus dijaga. Suami idaman adalah mereka yang menyayangi, menghormati, dan memperlakukan istrinya dengan baik. Rasulullah SAW sendiri menjadi contoh terbaik dalam memperlakukan istri-istrinya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Allah SWT berfirman:
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS Ar-Rum: 21)
7. Memiliki Pekerjaan dan Sumber Penghasilan Halal
Seorang suami bertanggung jawab untuk menafkahi keluarganya. Oleh karena itu, suami idaman harus memiliki pekerjaan dan sumber penghasilan yang halal. Nafkah yang diberikan kepada istri dan anak-anak harus berasal dari rezeki yang berkah agar rumah tangga penuh dengan keberkahan.
Islam mengajarkan bahwa bekerja mencari nafkah adalah salah satu bentuk ibadah. Suami yang bekerja dengan cara halal tidak hanya mendapatkan pahala tetapi juga menciptakan rumah tangga yang tenteram dan penuh keberkahan.
Dengan mempertimbangkan tujuh kriteria di atas, wanita Muslimah dapat lebih bijak dalam memilih pasangan hidupnya agar rumah tangganya dipenuhi dengan kebahagiaan dan keberkahan.