Selebtek.suara.com - Warganet kini tengah ramai membahas beredarnya gambar grafik yang menunjukan kekaisaran Ferdy Sambo dan konsorsium 303 di media sosial Twitter dan telah menyebar luas.
Dalam gambar yang tersebar di twitter itu terdapat foto dan keterangan tugas sejumlah pejabat Polri termasuk Kapolda Metro Jaya Fadil Imran di bawah komando Ferdy Sambo.
Selain itu grafik Kekaisaran Sambo berisikan skema yang menjelaskan bagaimana Sambo mengatur jalannya operasional beberapa bisnis Judi online 303.
Dalam grafis itu juga memuat sejumlah nama pejabat Polri, dan beberapa nama warga sipil yang diduga berperan sebagai bandar dan juga seorang yang terkenal dengan nama Crazy Rich Surabaya.
Grafis yang diunggah Akun twitter @opposite090192 tersebut sudah disukai 8.395 dan dicuit ulang sebanyak 3.900 kali.
Gambar tersebut beredar lengkap dengan nomor HP para pejabat Polri dan sipil yang terlibat.
Kapolri harus jelaskan
Pengamat Politik Rocky Gerung bereaksi melihat edaran grafik tersebut.
"Orang langsung percaya karena tidak ada keterangan yang bisa dipercaya, akhirnya muncul gambar, kekaisaran dan sebagainya," kata Rocky Gerung di kanal pribadi YouTube.
Baca Juga: Mengekspresikan Imajinasi Melalui Seni Lukis, Bagaimana Pelindungan Karyanya?
"Itu bahayanya ketika sebuah keterangan resmi sudah tidak dipercaya lagi maka publik akan mempercayai sesuatu yang tidak resmi," tambahnya.
Menurut Rocky Gerung, beredarnya grafik tersebut kemungkinan karena ketidakpercayaan publik sehingga banyak spekulasi yang menuntut sebuah klarifikasi.
Pengamat politik tersebut menyarankan agar Kapolri harus tegas menerangkan soal grafik kekaisaran dunia gelap Ferdy Sambo tersebut.
"Kapolri harus datang untuk menerangkan isu di publik itu harus benar atau salah, setengah benar atau setengah salah. Apalagi ada seolah-olah Kapolri lemah sehingga harus diganti. Beri kesempatan kapolri menerangkan itu," tuturnya.
Rocky menilai bila hal tersebut tidak diklasifikasi bisa membuat harapan dan keinginan masyarakat melihat reformasi internal kepolisian atas kasus Brigadir J menjadi hancur berantakan.
Di sisi lain Rocky juga menganggap poin positif dari beredar gambar grafik tersebut adalah publik menshare atau membagikan ini dengan tujuan untuk mempercepat proses-proses mitigasi kekacauan di Polri sendiri.
"Nah, kita tunggu Jenderal Sigit itu, mengklarifikasi, apa yang beredar di situ? Kalau nggak, bahaya betul. Banyak nama di situ ditaruh dalam peta yang seolah-olah dibuat untuk meminta perhatian publik lebih besar," pungkas Rocky Gerung.(*)