Selebtek.suara.com - Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengaku sempat mendapatkan tawaran sesuatu dari pihak Ferdy Sambo terkait penyelesaian kasus pembunuhan kliennya.
Pihak Ferdy Sambo secara terang-terangan mendekati Kamaruddin Simanjuntak untuk menjalankan rencana mantan Kadiv Propam itu.
Namun, Kamaruddin langsung menolak mentah-mentah tawaran itu. karena tidak sesuai dengan prinsip hidupnya.
Kamaruddin memiliki prinsip untuk mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J dan berpihak pada keluarga korban seutuhnya. Ia ingin kasus ini terbuka hingga terang benderang.
Kamaruddin juga tak takut dengan berbagai macam ancaman. Sebab, dia sudah sering mendapatkan berbagai macam teror hingga istrinya pun sempat dibakar hidup-hidup.
Kamaruddin memang memiliki prinsip untuk mengungkap keadilan. Dia juga tak lelah dan optimis untuk melawan piciknya pihak Ferdy Sambo.
Melalui kanal YouTube Refly Harun, Kamaruddin mengungkap rencana busuk Ferdy Sambo yang mendekati dan mengindikasikan aksi penyuapan.
“Seperti saya katakan dari dulu, saya menyuap tidak mau, disuap pun tidak mau. Itu sudah menjadi prinsip hidup saya dalam membuka kantor pengacara,” kata Kamaruddin, sebagaimana dilansir Soreang.suara.com.
Bagi Kamaruddin, pilihan itu jauh dari nilai-nilai kebaikan dan aturan agama yang dia pegang secara teguh.
Baca Juga: Jadi Bintang Kemenangan Timnas Portugal di Ceko, Diogo Dalot Luar Biasa Bangga
Kamaruddin juga mengatakan, Ferdy Sambo telah merencanakan pembunuhan ajudannya dengan cukup matang. Menurut analisisnya, suami Putri Candrawathi itu telah mempersiapkan proses eksekusi Brigadir J.
“Ada proses perpindahan dari rumah Saguling ke rumah dinas, dan kenapa direncanakan di rumah dinas? Supaya ini menjadi beban negara kan begitu, karena kalau dilaksanakan di rumah pribadi Ferdy Sambo, tentu rumahnya akan di police line,” ujar Kamaruddin.
Menurutnya, Ferdy Sambo di tahap ini merupakan sosok yang cerdas karena tersangka itu ingin rumahnya bersih dari lokasi kejadian pembunuhan dan rumahnya yang di Saguling tak terkena imbas.
“Jadi ini sudah terencana, andaikan tak terencana maka kejadiannya itu di rumah Saguling. Begitu datang dari Magelang, maka langsung akan dieksekusi di rumah Saguling kan begitu. Tapi karena dia sadar merencanakan kejahatan itu, setelah sampai di rumah Saguling dibawa dulu ke rumah dinas supaya semua beban itu dibebankan ke negara,” pungkasnya.(*)
Sumber: Soreang.suara.com