Selebtek.suara.com - Najwa Shihab terang-terangan mengaku dirinya sering mendapat tawaran untuk terjun ke dunia politik. Pinangan berpolitik ini biasanya muncul menjelang pemilu.
“Aku tuh ditanyain ini sering banget dan setiap kali ada kontestasi politik pasti namaku diseret-seret, berusaha dikait-kaitkan atau apa pun itu ya,” kata Najwa Shihab, dikutip Selebtek.suara.com dari akun YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Jumat (16/12/2022).
Putri Quraish Shihab ini pun menuturkan, tawaran yang datang kepadanya tidak tanggung-tanggung. Ada yang menawarinya jabatan anggota DPR, Bupati, hingga Wakil Gubernur.
Namun Najwa Shihab sudah kebal dengan tawaran itu dan selalu memutuskan untuk menolak karena belum melihat manfaatnya.
"Dari dulu tuh anggota DPR lah, Bupati lah, Wakil Bupati, Wakil Gubernur. Tawaran itu tuh selalu ada, dan aku selalu ngecek lebih banyak manfaatnya atau nggak," ujar Najwa Shihab.
"Tapi setiap kali tawaran itu ada aku kemudian melihat dan setiap kali itu juga jawabannya selalu nggak," lanjutnya.
Menanggapi berbagai tawaran yang datang, presenter Mata Najwa ini menyebut dirinya lebih bermanfaat jika berada di luar pemerintahan. Namun ia juga tidak menutup kemungkinan jika suatu saat berubah pikiran dan memutuskan berada di dalam pemerintahan.
“Yang pertama tuh, aku merasa sekarang lebih banyak manfaatnya untuk berada di luar pemerintahan dibandingkan ada di dalam. Itung-itung manfaat mudarat, sekarang tuh lebih banyak manfaatnya itu,” jelas Najwa Shihab.
"Tapi aku gak menutup kemungkinan kalau ada suatu masa dimana aku melihat mungkin lebih bermanfaat ada di dalam," imbuhnya.
Baca Juga: Aset Doni Salmanan yang Dikembalikan: Rumah, Tanah, Uang Cash Hingga Mobil Mewah
Menurut Najwa Shihab, saat ini lebih baik menguatkan warga negara dibanding menjadi pejabat pemerintah.
Denny Sumargo selaku host lantas menanyakan reaksi Najwa Shihab seandainya ditawari menjadi menteri.
"Kalau jadi menteri cocoknya jadi menteri apa?" tanya Denny Sumargo.
"Menurutku, justru kalau mau berbuat lebih real dan nyata itu tuh di pemerintahan tingkat dua. Apakah DPRD kota, DPRD provinsi atau jadi Bupati, Walikota," ungkap Najwa.
Najwa Shihab menganggap tawaran menjadi menteri itu nanggung. Menurutnya lebih baik ia langsung menjadi Presiden atau Wakil Presiden.
"Menteri itu tataran kebijakan dan kalau ngomongin kebijakan ya sekalian Presiden atau Wakil Presiden dong, kenapa menteri?" kata Najwa Shihab sambil tertawa.
"Lagian nanggung amat nawarinnya menteri kalau eksekutif go to the top dong," imbuhnya.
"Kalau rumusan kebijakan, kebijakan yang tertinggi, kalau mau real ya di tingkat dua. Bupati berprestasi dan Walikota yang keren itu mengubah daerah. Menurutku itu keren banget!" tandasnya.(*)