Selebtek.suara.com – Baru-baru ini, sutradara terkenal James Cameron memberikan pernyataan bahwa Indonesia menjadi salah satu inspirasinya dalam menggarap film Avatar. Ia mengatakan sudah melakukan riset di beberapa wilayah, salah satu nya di Indonesia.
Penelitian yang ia lakukan meliputi salah satu suku di Indonesia yang berada di wilayah perairan, yaitu Suku Bajo. Suku perairan juga menjadi salah satu cerita di dalam film Avatar 2: The Way of Water. Suku ini bernama Metkayina.
Tak seperti suku Omaticaya di Avatar 1 yang lekat dengan identitas berwarna biru, Suku Metkayina memiliki kulit berwarna hijau. Mata mereka biru dan tubuh mereka cenderung lebih besar.
Sebagai suku yang tinggal di daerah perairan, James Cameron sepertinya memberikan identitas kaki Suku Metkayina yang melebar ke bawah layaknya sebuah sirip.
![Suku Metkayina di Avatar 2 [greenscene]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/12/23/1-g-avatar-thewayofwater-97-06-990e725a.jpg)
Nah buat kamu yang belum menonton Avatar 2 dan penasaran mengenai persamaan Suku Metkayina dan Suku Bajo, berikut ada beberapa kemiripan dari suku Bajo dan Suku Metkayina.
1. Hidup di laut
Tidak hanya hidup di laut, Suku Metkayina dan Suku Bajo membangun rumah mereka di atas perairan air laut. Hal ini agar memudahkan mereka untuk beraktivitas di lautan.
2. Mahir Berenang dan Menyelam
Sebagai suku yang tinggal di daerah perairan laut, tak heran jika Suku Bajo mahir dalam berenang. Suku Bajo di dunia nyata dan Suku Metkayina di Avatar 2 mempunyai keahlian yang sangat baik dalam berenang. Mereka mampu menyelam ke lautan hanya berbekal sekali tarikan nafas.
Baca Juga: Jumlah Pengguna HP Realme di 2022 Tembus 15 Juta
3. Mutasi Fisik
Karena telah lama tinggal di laut, Suku Bajo dan Metkayina mengalami mutasi fisik dalam hal pernapasan. Menurut sebuah penelitian, Suku Bajo memiliki limpa lebih besar daripada manusia lain. Hal ini lah yang membuat orang-orang di Suku Bajo mampu berenang di laut dengan sekali tarikan nafas.
4. Bergantung kepada laut
Seperti kebanyakan orang-orang yang hidup di daerah pinggir laut, Suku Bajo dan Suku Metkayina tentunya juga memanfaatkan laut sebagai sumber pangan mereka. Mereka mengambil biota laut untuk dijadikan santapan tanpa mengeksploitasi secara berlebihan.
Suku Bajo akan menggunakan sampan untuk transportasi mereka dalam melaut. Sedangkan Metkayina menggunakan hewan laut untuk membantu mereka melakukan aktivitas di laut.
5. Menghormati Roh Penguasa Laut