3. Kesalahan dalam Menyelesaikan Masalah
Pelaku KDRT sering kali percaya bahwa menggunakan kekerasan adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah atau mempertahankan pasangannya.
Anggapan tersebut faktanya adalah tidak benar.
4. Kecanduan
Sangat mungkin bahwa orang-orang yang bertindak kasar terhadap pasangan mereka melakukannya saat berada di bawah pengaruh obat-obatan dan alkohol, sehingga sulit untuk menahan emosi yang berujung tindakan kekerasan terhadap pasangan.
Kecanduan alkohol dan/atau obat-obatan sangat mungkin menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga terjadi secara terus-menerus.
Walaupun pelaku mungkin tidak secara sadar melakukan kekerasan, hal ini tetap tidak bisa dibenarkan sama sekali.
5. Gangguan Mental
Seorang dengan kondisi mental, seperti skizofrenia atau gangguan bipolar, mungkin merasa sulit untuk mengelola kemarahan mereka sehingga bisa menjadi pelaku KDRT.
Baca Juga: Patuhi Instruksi Megawati, Kader Partai Harus Turun dan Bantu Rakyat, Ganjar: Siap Laksanakan
Sementara itu, korbannya kemudian berujung mengalami depresi atau gangguan mood.(*)
Sumber: halodoc.com