Orgasme adalah reaksi tubuh yang intens terhadap kenikmatan saat berhubungan seks.
Dalam sebuah studi tahun 2017, para peneliti menemukan bahwa orang-orang mengalami berbagai macam emosi, mulai dari menangis, bersin, hingga mengalami serangan panik setelah orgasme.
6. Memiliki trauma pada masa lalu yang belum terselesaikan
Jika kita pernah mengalami pelecehan seksual atau emosional di masa lalu, hal ini dapat menyebabkan trauma.
Setelah mengalami trauma seksual, itu dapat membuat hubungan seks menjadi sulit untuk dilakukan dan dinikmati, terutama jika kita belum sembuh sepenuhnya dari trauma.
Oleh sebab itu, kita disarankan untuk merawat trauma yang belum terselesaikan dengan mengikuti terapi atau bergabung dengan kelompok pendukung.
Pastikan juga agar pasangan dapat mendukung penyembuhan melalui hubungan emosional dan seksual yang penuh kasih, pengertian, maupun saling menghormati.
7. Tidak bahagia dengan pasangan
Menangis bisa jadi merupakan tanda adanya masalah dalam hubungan kita.
Jika kita sedang mengalami masalah emosional dengan pasangan atau memendam pikiran untuk berpisah, itu semua bisa muncul saat berhubungan seks.
Jika ini yang terjadi, penting untuk mendiskusikannya dengan pasangan sehingga kita dan pasangan dapat memperbaiki hubungan atau memutuskan berpisah.
8. Perubahan hormonal
Hormon yang dilepaskan saat berhubungan seks, seperti oksitosin dan dopamin, menghasilkan perasaan rileks dan bahagia.
Namun, kita mungkin bereaksi terhadap perubahan hormon ini — bersamaan dengan intensitas fisik dan emosional seks — dengan menangis.
Baca Juga: Sarwendah Nekat Berbuat Ini Malam-malam, Betrand Peto: Bunda Itu Superduper!
Apabila kita mengalami kondisi lain seperti sindrom pramenstruasi (PMS), kehamilan, menopause, atau jika kita sedang menjalani perawatan kesuburan, tubuh juga mengalami perubahan hormon yang dapat menyebabkan kita menangis saat berhubungan seks.